Salah satu rusunawa baru di Surabaya. (Foto: Istimewa)
Salah satu rusunawa baru di Surabaya. (Foto: Istimewa)

Akibat Pemkot Tak Tegas, Antrean Rusun Kian Panjang

Ngopibareng.id Surabaya 21 January 2021 15:21 WIB

Banyaknya penghuni rusunawa khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Surabaya yang sudah mampu secara ekonomi disorot oleh DPRD Kota Surabaya.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya Mahfudz mengatakan, tak tegasnya Pemkot Surabaya terhadap para penghuni rusun yang sudah mapan berdampak signifikan terhadap antrean calon penghuni rusun Surabaya yang mencapai 10.000 orang.

Maka dari itu, ia mendorong Pemkot Surabaya untuk melakukan evaluasi dan monitoring secara rutin kepada warga-warga yang saat ini tinggal di rusunawa Kota Surabaya.

Alasannya satu, banyak penghuni rusunawa yang tak lagi masuk skema MBR. Menurut Mahfudz, banyak dari mereka yang sudah memiliki pemasukan di atas UMR hingga memiliki mobil yang terparkir di halaman rusun-rusun tersebut.

Maka dari itu, menurut Mahfudz, cara mengurangi antrean rusunawa di Kota Surabaya bukan hanya dengan membangun Rusun baru. Namun juga mengurangi penghuni-penghuni Rusun lama yang saat ini ekonominya sudah membaik.

"Kami mendorong Pemkot untuk lakukan evaluasi tersebut. Warga yang ekonominya sudah baik diarahkan untuk pindah dan mencari rumah sendiri. Karena mereka sudah bukan berpenghasilan rendah lho ya. Ada yang punya mobil, ada yang pemasukannya sudah cukup untuk mengontrak rumah, bahkan untuk membeli rumah. Jika evaluasi itu bisa dilaksanakan, maka antrean panjang warga yang ingin masuk rusun itu bisa cepat teratasi," kata Mahfudz, Kamis 21 Januari 2021.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Feb 2021 23:15 WIB

Twitter Punya Fitur Baru Berbayar, Namanya Super Follow

Aplikasi

Fitur berbayar ini diluncurkan tahun ini.

26 Feb 2021 22:50 WIB

Marzuki Alie Dipecat dari Keanggotaan Partai Demokrat

Politik

Marzuki Alie dipecat bersama 6 kader lainnya.

26 Feb 2021 22:35 WIB

Lantik Kepala Derah, Ganjar Kutip Pidato Bung Karno

Nusantara

17 kepala daerah dilanti secara virtual, tiga secara langsung.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...