Semen Indonesia (Antara)

Antisipasi Pasar Domestik Lesu, Semen Indonesia Optimalkan Ekspor

Ekonomi dan Bisnis 08 November 2019 23:03 WIB

PT Semen Indonesia Tbk akan terus mengoptimalkan potensi ekspor agar pasar semen domestik tidak semakin tertekan, sebab kebutuhan semen Tanah Air semakin minim dibanding kapasitas tersedia.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk Sigit Wahono di Surabaya, Jumat mengatakan, optimalisasi ekspor didorong untuk menghadapi kondisi tersebut.

"Kami terus mencari pasar baru demi meningkatkan kinerja. Salah satunya mulai masuk ke Tiongkok,” ujarnya kepada wartawan.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), kapasitas semen di Tanah Air telah mencapai 113,1 juta ton, sedangkan kebutuhan semen di pasar hanya 70 juta ton, sehingga Indonesia mengalami kelebihan kapasitas produksi sekitar 30 juta ton.

Sigit mengatakan, tahun 2019 untuk pertama kalinya perseroan mendapatkan buyer semen dari Tiongkok, hal ini karena kondisi di sana sedang mengalami kekurangan pasokan semen akibat adanya banyak pemberhentian pabrik dikarenakan isu lingkungan.

"Tentu ini menjadi peluang bagus. Tapi kami masih belum tau kontinuitasnya seperti apa di Tiongkok karena ini masih sangat baru dan ekspornya juga masih sedikit,” terangnya.

Selain Tiongkok, Semen Indonesia juga sedang fokus menggarap pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara, seperti Bangladesh, India, Sri Lanka, Filipina, dan Timor Leste.

"Kami juga punya pasar baru lagi di Maladewa yang saat ini sedang digarap,” lanjutnya.

Dengan berbagai strategi itu, kinerja perseroan sepanjang Januari-September 2019 mengalami peningkatan sekitar 7 persen atau menjadi 2,9 juta ton.

"Memang kondisi pasar semen dalam negeri saat ini tidak sebagus ekspor. Secara total market mengalami penurunan 2 persen dibanding tahun lalu. Hal tersebut berdampak pada penjualan perseroan yang ikut merosot sampai 4,9 persen hingga September 2019," katanya.

Menurut Sigit, faktor yang mempengaruhi penurunan yaitu adanya agenda pemilu pada semester satu yang membuat sejumlah proyek "wait and see". Sebab pelaku bisnis menunggu kebijakan-kebijakan apa yang akan dikeluarkan pada pemerintahan yang baru.

Sigit berharap di kuartal akhir ini ekonomi bisa kembali bergairah dan proyek-proyek bisa berjalan lagi. Sehingga produksi semen bisa terserap pasar dengan maksimal.

Penulis : Antara

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Sep 2020 22:22 WIB

Mentan RI Lepas Ekspor 25 Ton Kubis Asal Malang

Jawa Timur

Kubis tersebut akan dikirim ke Taiwan.

19 Aug 2020 08:45 WIB

Di Tengah Pandemi, Ekspor Bulanan Jawa Timur Meningkat

Ekonomi dan Bisnis

Nilai ekspor bulan Juli meningkat dibanding Juni.

23 Jul 2020 19:20 WIB

Benih Lobster Jangan Diekspor!

Warta Bumi

Kata Susi Pudjiastuti, benih lobster perlu dilindungi untuk anak cucu kita

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...