Moderator Debat Publik Pilgub Jatim putaran Kedua, Aiman Witjaksono. (Foto: frd/ngopibareng.id)

Antisipasi Debat Kusir di Putaran Kedua, Ini Strategi Aiman Witjaksono

08 May 2018 17:26

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Beberapa jam lagi Debat Publik Kedua Pilgub Jatim bakal dimulai. Tema Ekonomi dan Pembangunan akan 'dikuliti' oleh masing-masing calon. Sebagai pemandunya, ada Aiman Witjakson dan Aviani Malik, yang bertindak sebagai moderator.

Pada debat publik sebelumnya, dalam sesi debat calon wakil gubernur, terjadi peristiwa debat kusir antar calon, kondisi saat itu jadi tak terkontrol, calon satu memotong pendapat calon lainnya, apa yang disampaikan keduanya pun jadi tak terdegar jelas poleh pemirsa. Menghindari hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, akhirnya meminta moderator untuk memberikan batasan waktu yang jelas pada sesi itu.

"Kita sudah rapatkan teknisnya, KPU dan kami memutuskan ketika ada debat kusir kami akan mengikatkan para calon, dengan batasan-batasan tertentu," kata Aiman, saat ditemui di Kantor KPU Jatim, Surabaya, Senin, 7 Mei 2018, kemarin.

Artinya, ketika suasana debat memanas dan tak kondusif, moderator punya kewenangan untuk mengatur tempo dan mengehentikannya. Kendati demikian, pihaknya berusaha sebisa mungkin untuk tidak sampai memotong hingga makna yang disampaikan oleh calon tak tersampaikan. Ia akan berhati-hati saat mengehentikan debat kusir.

"Para paslon harus mengerti ini debat resmi dan terikat oleh Peraturan KPU, dan diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)," katanya.

Soal audiens, Aiman mengakui bahwa massa tim paslon memang punya antusiasme yang besar terhadap dukunganya. Ia mengimbau agar mereka mau kooperatif menjaga suasanana saat debat berlangsung.

"Saya pikir masyarakat luar biasa positif, dan bila bentuk dukungan seperti yel-yel atau sorakan disampaikan pada saat yang tepat, dan tak mengganggu pendengaran peserta debat di studio, juga audio di televisi pemirsa di rumah, itu sah-sah saja," ujar News Presenter, yang sudah berkarir sejak 2002 ini.

"Namun, ketika itu sudah menggangu ditengah sesi debat, dan dirasa ada hal-hal berlebihan yang mengganggu, saya sebagai moderator wajib untuk mengingatkan," tambahnya.

Sementara itu, Komisioner Divisi Perencanaan Dan Data KPU Jatim Choirul Anam mengatakan, untuk menghindari terjadinya hal itu pada Debat Publik kedua, pihaknya meminta moderator agar memberikan batasan waktu yang jelas saat sesi waktu debat salah satu calon dengan calon yang lain.

"Kita menekankan moderator untuk memberikan batasan waktu, saat paslon saling bertanya dan menjawab, sehingga kesan debat kusir tidak muncul, namun secara penyampain materi tetap tersampaikan dengan baik kepada masyarakat," ujar Choirul Anam. (frd)