Seorang petugas sedang berusaha membantu KM Putra Sentosa II pengangkut elpiji yang tenggelam di perairan Tanjung Pandan, Belitung. (Foto:Antara)

Angkut Elpiji 3 Kg, KM Putra Sentosa Tenggelam

Nusantara 17 December 2019 12:34 WIB

Kapal KM Putra Sentosa II yang sedang mengangkut tabung gas elpiji bersubsidi tiga kilogram dari Belitung menuju Kota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tenggelam di perairan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Selasa malam diduga akibat kerusakan mesin.

"Kapal mengalami kerusakan mesin kemudian lego jangkar di sana tetapi larat atau bergeser," kata Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli, Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjung Pandan, Fadli di Tanjung Pandan, Selasa.

Menurut dia, KM Putra Sentosa II berukuran 29 GT tersebut berangkat dari pelabuhan Tanjung Pandan menuju Pangkal Balam pada pukul 13:30 WIB dengan mengangkut sebanyak 3.360 tabung kosong elpiji ukuran tiga kilogram.

"Jadi dugaan penyebab tenggelamnya sementara adalah kebocoran dan kerusakan mesin kalau cuaca buruk posisinya masih berada di alur jadi tinggi gelombang paling masih 0,5 meter," ujarnya.

Untuk saat ini, sebut Fadli pihaknya sedang berkoordinasi untuk melakukan upaya evakuasi terhadap kapal tersebut dengan cara ditarik menuju pelabuhan Tanjung Pandan.

"Kami akan koordinasi dulu dengan pihak pemiliknya untuk bagaimana cara evakuasinya jangan sampai nanti kami tarik ke sini nanti tenggelam di alur jadi kacau," katanya.

Sementara nahkoda KM Putra Sentosa II, Effendy, 35 tahun, di Tanjung Pandan, mengatakan kapalnya mengalami mati mesin ketika berlayar menuju pelabuhan Pangkal Balam sehingga pada pukul 17:00 WIB lego jangkar dan melakukan upaya perbaikan mesin.

Namun pada pukul 22:00 WIB lego jangkar larat atau bergeser sehingga air mulai masuk ke bagian dalam kapal.

"Mesin mati kami berusaha untuk menyalakannya tapi tidak hidup, kami lego jangkar agar aman namun larat terbawa ombak larat ke tepi batu karang," ujarnya.

Ia menambahkan, pada saat itu kondisi cuaca juga sedang dalam keadaan kurang baik yakni terjadinya hujan disertai angin kencang.

"Gelombangnya kuat, angin ribut, hujan, mesin macet, kami lempar jangkar, ada bantuan kapal tetapi tidak bisa merapat," katanya. (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2020 11:00 WIB

Kapal Penyeberangan di Sungai Brantas Terbalik, 3 Orang Hilang

Jawa Timur

Kapal itu ditumpangi 6 orang.

22 Feb 2020 23:20 WIB

Prank Ultah, Dua Remaja Tewas di Underpass Kulon Progo

Nasional

Candaan yang mengorbankan nyawa.

22 Jan 2020 15:48 WIB

Bocah Enam Tahun Tenggelam di Waduk Bandar Rejo

Surabaya

Diduga tak bisa berenang

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.