Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) Tahun 2021, di Gedung Serbaguna, Senin, 13 Februari 2020. (Foto: Dok Humas)

Angka Kemiskinan di Pasuruan 3 Tahun Terakhir Turun

Ngopibareng Pasuruan 16 February 2020 18:30 WIB

Angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Mulai ada tahun 2017, angka kemiskinan mencapai 10,34 persen. Tahun 2018 turun menjadi 9,45 persen. Dan tahun 2019 turun lagi menjadi 8,68 persen.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengatakan turunnya angka kemiskinan merupakan hasil kerja keras dari semua pihak. Mulai dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat, peran dunia usaha serta masyarakat Kabupaten Pasuruan.

"Yang namanya kemiskinan harus kita turunkan dengan banyak sekali menciptakan lapangan pekerjaan, informasi pekerjaan dan pendayagunaan masyarakat di semua sektor. Dan Alhamdulillah, tiga tahun berturut-turut, angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan terus menurun," katanya.

Sedangkan terkait tingkat pengangguran terbuka, selama tiga tahun ini mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pada tahun 2017, tingkat pengangguran terbuka mencapai 4,97 persen, kemudian naik pada tahun 2018 sebesar 6,11 persen, dan pada tahun 2019 turun menjadi 5,42 persen.

Kata Irsyad, penurunan tingkat pengangguran terbuka ini memberikan gambaran bahwa investasi di Kabupaten Pasuruan telah membantu penyerapan tenaga kerja.

"Selain itu, berkembangnya usaha mikro dan ekonomi kreatif telah terbukti menjadikan masyarakat dapat menciptakan peluang kerja mandiri," katanya.

Perihal pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasuruan dari tahun 2017 hingga 2019 mengalami kenaikan, yakni dari 5,72 persen pada tahun 2017 naik pada tahun 2018 sebesar 5,75 persen, dan naik lagi menjadi 5,80 persen di tahun 2019 (berdasarkan angka sementara dari BPS kabupaten pasuruan).

Kondisi yang baik tersebut diperkuat lagi dengan angka pertumbuhan yang hampir selalu di atas angka rata-rata Jawa Timur dan angka rata-rata nasional.

"Hal ini tentu saja menjadi kekuatan yang harus dimanfaatkan dengan baik agar dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas," kata Irsyad.

Yang tak kalah menariknya adalah Indeks Kesalehan Sosial (IKS) yang menggambarkan tingkat hubungan antar manusia, antar umat beragama dan antara manusia dengan lingkungan. Diungkapkan Irsyad, dari hasil pengukuran yang dilakukan pada tahun 2019, didapatkan indeks kesalehan sosial Kabupaten Pasuruan sebesar 72,1 (kisaran 1-100) atau berkategori baik.

Bupati Irsyad juga menyampaikan kembali akan 5 (lima) misi dalam mewujudkan Kabupaten Pasuruan yang sejahtera, maslahat dan berdaya saing.

Yakni, pertama, meningkatkan kwalitas dan produktifitas sektor-sektor produksi dan produk-produk unggulan kabupaten pasuruan melalui penguatan kelembagaan sosial dan meningkatkan nilai tambah ekonomi desa berbasis masyarakat dengan cara mempermudah aspek legal dan pembiayaan dalam rangka percepatan pembangunan daerah menuju kesejahteraan masyarakat.

Kedua, melaksanakan pembangunan berbasis keluarga dengan memanfaatkan modal sosial berbasis religiusitas dan budaya, guna mewujudkan kohesi sosial.

Ketiga, meningkatkan kwalitas infrastruktur daerah untuk penguatan konektivitas dan aksesibilitas masyarakat dalam rangka peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan pemanfaatan segenap potensi sumber daya alam secara bertanggungjawab dan berkelanjutan sebagai bentuk konservasi lingkungan di Kabupaten Pasuruan.

Keempat, memperkuat dan memperluas reformasi birokrasi yang mendukung tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang inovatif, bersih, efektif, akuntabel, dan demokratis berbasis pada teknologi informasi.

Kelima, meningkatkan pelayanan dasar terutama pelayanan kesehatan, permukiman dan pendidikan dengan mengintegrasikan pendidikan formal dan non formal sebagai wujud afirmasi pendidikan karakter di kabupaten pasuruan.

Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut, diperlukan kerangka pikir atau kerangka kerja yang dilaksanakan secara bertahap. Khusus di tahun 2021 adalah konektivitas infrastruktur

Selain visi misi, ada juga program strategis nasional yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi kawasan Gresik–Bangkalan-Mojokerto-Surabaya–Sidoarjo-Lamongan. Kawasan Bromo–Tengger-Semeru, serta kawasan Wilis dan lintas selatan. Kabupaten pasuruan termasuk dalam kawasan Bromo-Tengger-Semeru.

Dalam lampiran Perpres tersebut tercantum program strategis nasional yang berada di kabupaten pasuruan adalah. Diantaranya penguatan wisata di TNBTS, Penataan dan pengembangan kawasan minapolitan, Penataan dan pengembangan wisata edukasi peternakan (UPA), Program agropolitan Bromo Tengger Semeru, Pembuatan sudetan dan normalisasi kali welang, Long storage berjenjang di hulu sungai welang serta Pengendalian banjir Sungai Kedunglarangan. (sumber: www.pasuruankab.go.id)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Jul 2020 15:55 WIB

Jokowi Minta Capaja TNI-Polri Melek Teknologi

Nasional

Dunia berubah dengan cepat ditandai dengan disrupsi teknologi yang telah

08 Jul 2020 15:37 WIB

Karyawan Terindikasi Covid, BRI Kota Malang Buka Seperti Biasa

Jawa Timur

Sekitar 70 persen karyawannya menjalani kerja di rumah

08 Jul 2020 15:24 WIB

Rapid Test Peserta UTBK Ditukar Mendadak, Ini Penjelasan Unair

Pendidikan

Unair mengaku hasil rapid test berubah setelah 30 menit.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...