Angka Impor di Jatim Tinggi, Khofifah Cek PLB di SIER

13 Sep 2019 17:33 Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendatangi Kawasan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) untuk melihat secara langsung keberadaan Pusat Logistik Berikat (PLB).

Keberadaan PLB diharapkan mampu menekan angka impor bahan baku di Jatim, juga memberikan kemudahan akses produk utamanya yang belum tersubtitusi bagi UKM (Usaha Kecil Menengah) dan IKM (Industri Kecil Menengah) di Jatim.

Menurut Khofifah, hal tersebut selaras dengan apa yang diharapkan Presiden Joko Widodo, yakni menggenjot ekspor Indonesia dari sisi UKM dan IKM.

Pelaku UKM/IKM, kata dia, harus diberikan kemudahan untuk memperoleh pasokan bahan baku maupun bahan pendukung produksi dengan memberikan fasilitas bebas bea masuk dan pajak impor atas bahan baku yang berorientasi ekspor.

PLB sendiri adalah gudang multifungsi yang atas pemasukan barang impor belum dipungut bea masuk dan pajak impor. Selain itu, pemasukan barang impor PLB juga belum diberlakukan ketentuan pembatasan impor. Semua kegiatan yang dapat dilakukan di gudang di luar negeri juga dapat dilakukan di PLB, termasuk pemeriksaan surveyor.

“Hari ini, barang pertama akan masuk ke PLB, jadi ini adalah salah satu bentuk upaya untuk memudahkan pelaku usaha. Karenanya saya ingin memastikan bahwa nanti dari Sucofindo dan SIER akan bisa mengkomunikasikan kepada importir dan eksportir untuk memenuhi kebutuhan pelaku UKM dan IKM," ucap Khofifah usai kunjungan ke PT. SIER, Surabaya, Jumat 13 September 2019 siang.

Khofifah menjelaskan, saat ini kebutuhan bahan baku pelaku UKM dan IKM sebagian besar masih impor. Dicontohkan, industri alas kaki misalnya, untuk kebutuhan sol atau alas sepatu 100 persen masih impor. Produk-produk seperti inilah yang harus disubtitusi terlebih dahulu agar pergerakan UKM dan IKM di Jatim bisa lebih kompetitif dibandingkan tempat lain.

“Sebetulnya barang-barang atau kebutuhan apa saja yang dibutuhkan para pelaku UKM dan IKM, tetapi belum tersubtitusi di dalam negeri dan masih harus impor kita ingin hal ini bisa terkoneksi lewat PLB. Dengan PLB akan bisa memangkas dwelling time dan mereka bisa mengambil barang dan membayar pajaknya di PLB.” ujar Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga menyambut baik rencana pengembangan sentra bisnis SIER. Dirinya berharap, sentra bisnis ini bisa dibangun berstandar internasional dan desain pembangunannya diperhatikan seiring makin meningkatnya kebutuhan perkantoran bisnis modern.

“Saya berharap konsepnya bisa seperti di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), jadi memang pembangunannya tidak setengah-setengah. Dan pembangunan ini kita siapkan paling tidak sampai 50 tahun ke depan tetap representatif,” ucapnya.

Khofifah menambahkan, pembangunan sentra bisnis ini akan sangat potensial jika area Gerbangkertosusila atau bisa juga disebut Surabaya Megapolitan ini sudah terkoneksi. Terlebih lagi, jika kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri khusus (KIK) juga sudah terkoneksi.

“Kalau Gerbangkertosusila ini terkoneksi kemudian antar industri dan sentra industri ini juga terkoneksi, apalagi jika ibu kota jadi dipindahkan ke Kalimantan Timur, maka saya rasa Jatim akan memiliki sangat banyak peluang bisnis seperti di Jakarta saat ini,” kata Khofifah

Sementara itu, Direktur Utama PT. SIER Fattah Hidayat menyambut baik tawaran yang disampaikan Gubernur Khofifah tentang sinergitas PLB dengan Pemprov Jatim untuk mempermudah produk yang belum tersubtitusi bagi UKM dan IKM. Karenanya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Sucofindo dan pihak Pemprov Jatim terkait hal ini.

Selain itu, ia berharap keberadaan PLB dapat memberikan efisiensi biaya logistik khususnya pelaku ekspor impor. Penangguhan bea masuk dan inspeksi barang dilakukan di gudang secara langsung sehingga akan memperlancar arus barang dan diharapkan dapat mengurangi dwelling time di pelabuhan.

"Dengan fasilitas PLB ini, diharapkan dapat menurunkan biaya logistik dengan menjaga ketersediaan bahan baku secara cepat. Terlebih lagi, terdapat penangguhan bea masuk dan inspeksi barang dilakukan di gudang secara langsung sehingga akan memperlancar arus barang,” ujar Fattah.

Penulis : Faiq Azmi
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini