Kondisi rumah yang rusak di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, 6 Juni 2020. (Foto:Alief Sambogo)
Kondisi rumah yang rusak di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, 6 Juni 2020. (Foto:Alief Sambogo)

Angin Kencang Robohkan Rumah di Pantai Nambangan

Ngopibareng.id Jawa Timur 06 January 2020 21:57 WIB

Angin kencang yang bertiup sejak pukul 16:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB, Senin 6 Januari 2020, merobohkan satu rumah dan merusak 17 rumah warga RT 3 RW 3, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya. Listrik di wilayah tersebut juga padam setelah kabel listrik sepanjang 1 km terputus diterpa angin.

Ketua RT 3 Diky Ayogaditya, menjelaskan kondisi satu rumah yang roboh mengalami kerusakan hingga 90 persen, dua rumah lainnya rusak hingga 50 persen. “Dinding rumah terbuat dari bata putih, hancur dan rusak hingga 90 persen,” kata Diky ditemui di lokasi kejadian, Senin 6 Januari 2020.

Sedangkan, 18 rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian. “Ada yang rusak bagian asbesnya, dindingnya berlubang, atau atapnya lepas,” lanjutnya.

Penghuni rumah yang rusak mengevakuasi barang mereka ke rumah warga lain yang masih utuh. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, angin kencang yang bertiup juga memutus rangkaian kabel listik dan menyebabkan lampu padam di kelurahan yang langsung menghadap ke laut arah Madura itu.

Warga mengandalkan penerangan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPBLinmas) Surabaya. Pantauan Ngopibareng.id, warga berkumpul mengerumuni lampu milik BPBLinmas yang ditempatkan di tepi jalan. Satu-satunya lokasi yang dilengkapi sumber penerangan itu kini menjadi titik berkumpul warga.

Rumah warga yang rusak diterpa angin Foto Alief SambogoRumah warga yang rusak diterpa angin. (Foto: Alief Sambogo)

“Kami sudah menghubungi PLN untuk mengatasi listrik yang padam dan kabel yang menjuntai ke tanah. Namun belum ada respon hingga saat ini,” katanya.

Di lokasi, kini terdapat sekitar 10 petugas BPBLinmas beserta satu mobil. Warga membutuhkan penerangan untuk mengevakuasi barang berharga mereka.

Warga juga resah dengan kabel yang menjuntai di antara kondisi hujan dan potensi angin yang bertiup kencang. Mereka khawatir akan tersengat listrik jika arus listrik mendadak menyala.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Nov 2020 11:45 WIB

KAI Kampanyekan Keselamatan di Jalur Perlintasan Sebidang

Jawa Timur

Sosialisasi ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan.

28 Nov 2020 10:56 WIB

Korupsi Eks Menteri KKP, Keluarga Prabowo Bantah Ekspor Benur

Nasional

Hashim Djojohadikusumo mengakui budidaya lobster, bukan ekspor benur.

28 Nov 2020 10:38 WIB

36 Hotel dan Gedung di Jakarta Izin Gelar Resepsi Nikah

Rek, Ojok Angel Tuturane

Protokol kesehatan 3M tetap dijaga dengan ketat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...