Video viral, seorang anggota TNI teriakkan 'Kami Bersamamu Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Takbir'. (Foto: Tangkapan Video)
Video viral, seorang anggota TNI teriakkan 'Kami Bersamamu Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Takbir'. (Foto: Tangkapan Video)

Anggota TNI Teriak 'Kami Bersamamu Habib Rizieq ' Disanksi

Ngopibareng.id Nasional 11 November 2020 15:25 WIB

Sebuah video yang menampilkan seorang anggota TNI berteriak 'kami bersamamu Habib Rizieq Shihab' menjadi viral di media sosial.

Video itu diunggah di akun twitter @detektive88. Dalam video tersebut, anggota TNI bernama Asyari itu mengatakan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan menuju Bandara Soetta dalam pengamanan Habib Rizieq Shihab. 

"On The Way Bandara. Persiapan pengamanan Imam Besar Habib Rizieq Shibab. Kami bersamamu Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Takbir..Allohuakbar," kata Asyari dalam video tersebut

Kapendam Jaya Kolonel Inf Refki Efriandana Edwar dalam rilisnya membenarkan anggota TNI yang ada dalam video itu. Anggota tersebut bernama Kopda Asyari Tri Yudha, anggota Kompi A Yonzikon 11 Kodam Jaya.

"Bahwa benar pada tanggal 9 November 2020 prajurit TNI AD atas nama Kopda Asyari Tri Yudha anggota Kompi A Yonzikon 11 Kodam Jaya tergabung dalam tugas pengamanan objek vital Bandara Soekarno-Hatta," kata Refki dalam keterangan pers, Rabu, 11 November 2020.

Refki mengatakan, Asyari berangkat dari satuannya di Matraman, Jakarta Pusat menggunakan truk militer NPS. Asyari duduk di bagian belakang truk bersama rekan-rekannya.

Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, saat truk melintas di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, Asyari membuat sebuah rekaman video.

"Dan memberikan komentar tentang tugas yang berbeda dengan tugas yang diberikan oleh Komando untuk pengamanan obyek vital nasional Bandara Soekarno-Hatta," kata Refki.

Dalam tata kehidupan militer, kata Refki, tindakan Asyari itu jelas bertentangan dengan hukum. Yakni, Pasal 8 huruf a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Adapun pasal itu berbunyi: segala perbuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan, peraturan kedinasan, atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata tertib militer.

"Dan akan dijatuhi sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya," kata Refki.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Jan 2021 18:59 WIB

Banjir di Kalsel, 27 Ribu Rumah Terendam, 112 Ribu Jiwa Mengungsi

Nusantara

Korban banjir di Kalsel terus bertambah.

16 Jan 2021 18:35 WIB

Mata Air Sumber Suyo, Wisata dan Tempat Terapi ODGJ di Kediri

Feature

Mata air Sumber Suyo di Kediri digunakan sebagai ritual penyembuhan ODGJ.

16 Jan 2021 18:05 WIB

Penerima Vaksin Pertama di India Malah Petugas Kebersihan

Internasional

Politisi dianggap bukan kelompok garda depan dalam menghadapi Corona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...