Doni Timur, anggota DPRD Kota Palembang yang jadi bandar narkoba, Doni Timur, sebelumnya pernah dipenjara. (Foto:antara)
Doni Timur, anggota DPRD Kota Palembang yang jadi bandar narkoba, Doni Timur, sebelumnya pernah dipenjara. (Foto:antara)

Anggota DPRD Palembang yang Bandar Narkoba Ini, Pernah Dipenjara

Ngopibareng.id Kriminalitas 25 September 2020 13:39 WIB

Anggota DPRD Kota Palembang bernama Doni Timur, 30 tahun,  yang ditangkap BNN pada 22 September 2020, kini meringkuk di tahanan  BNN. Meskipun jadi anggota dewan, tapi dia juga  menjadi bandar narkoba.

Ternyata, sebelumnya anggota dewan dari Partai Golkar ini pernah divonis Pengadilan Negeri Palembang selama delapan bulan penjara dalam kasus narkotika.

Catatan itu tertera dalam database Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Palembang, Doni Timur, 30 tahun, menjalani sidang dengan nomor perkara 1251/PID.SUS/2013/PN.PLG dan saat itu dia diketahui masih berstatus mahasiswa.

"Ya betul, berdasarkan SIPP Doni pernah divonis selama delapan bulan penjara pada 2013 dalam kasus narkotika," kata Humas PN Palembang, Abu Hanifah, Kamis.

Pada rekam putusan tersebut, Doni divonis karena melanggar pasal 131 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika dengan barang bukti sabu-sabu seberat 9,14 gram.

Saat itu vonis Doni lebih rendah dari tuntutan JPU Kejari Palembang yang memintanya divonis satu tahun penjara karena dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana narkotika.

Abu Hanifah sempat membuka sistem database yang hanya bisa diakses para hakim dan ia menemukan catatan bahwa berdasarkan pertimbangan majelis hakim saat itu, Doni Timur dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana dalam dakwaan kesatu pasal 112 (1) UU 35 tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika.

Namun ia terbukti pada pasal 131 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 karena tidak melaporkan adanya transaksi narkotika, tetapi Abu mengaku tidak mengetahui tindakan tidak melapor Doni itu terkait kasus lain yang mana.

Sebelumnya Selasa 22 September lalu, Doni Timur yang tercatat sebagai Anggota Komisi I DPRD Palembang periode 2019-2024 dari Partai Golkar ditangkap tim gabungan BNN RI, BNNP Sumsel dan Polda Sumsel di ruko laundry miliknya.

Dari penangkapan tersebut diamankan barang bukti lima kilogram sabu-sabu dan 30.000 pil ekstasi beserta lima orang lainnya, kini BNN telah menetapkan lima orang menjadi tersangka termasuk Doni.

BNN sudah membawa Doni dan empat tersangka kaki tanganya ke Jakarta pada Kamis pagi.

nggota DPRD Kota Palembang bernama Doni Timur yang ditangkap BNN pada 22 September 2020 yang diduga sebagai bandar narkoba pernah divonis Pengadilan Negeri Palembang selama delapan bulan penjara dalam kasus narkotika.

Catatan itu tertera dalam database Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Palembang, Doni Timur (30) menjalani sidang dengan nomor perkara 1251/PID.SUS/2013/PN.PLG dan saat itu dia diketahui masih berstatus mahasiswa.

"Ya betul, berdasarkan SIPP dia (Doni) pernah divonis selama delapan bulan penjara pada 2013 dalam kasus narkotika," kata Humas PN Palembang, Abu Hanifah, Kamis.

Baca juga: Anggota DPRD Palembang ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba

Pada rekam putusan tersebut, Doni divonis karena melanggar pasal 131 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika dengan barang bukti sabu-sabu seberat 9,14 gram.

Saat itu vonis Doni lebih rendah dari tuntutan JPU Kejari Palembang yang memintanya divonis satu tahun penjara karena dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana narkotika.

Abu Hanifah sempat membuka sistem database yang hanya bisa diakses para hakim dan ia menemukan catatan bahwa berdasarkan pertimbangan majelis hakim saat itu, Doni Timur dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana dalam dakwaan kesatu pasal 112 (1) UU 35 tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika.

Baca juga: BNN amankan anggota DPRD Palembang aktor intelektual peredaran narkoba

Namun ia terbukti pada pasal 131 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 karena tidak melaporkan adanya transaksi narkotika, tetapi Abu mengaku tidak mengetahui tindakan tidak melapor Doni itu terkait kasus lain yang mana.

Sebelumnya Selasa (22/9), Doni Timur yang tercatat sebagai Anggota Komisi I DPRD Palembang periode 2019-2024 dari Partai Golkar ditangkap tim gabungan BNN RI, BNNP Sumsel dan Polda Sumsel di ruko laundry miliknya.

Dari penangkapan tersebut diamankan barang bukti lima kilogram sabu-sabu dan 30.000 pil ekstasi beserta lima orang lainnya, kini BNN telah menetapkan lima orang menjadi tersangka termasuk Doni.

BNN sudah membawa Doni dan empat tersangka kaki tanganya ke Jakarta pada Kamis pagi. (ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Nov 2020 06:20 WIB

Bekal Umat Terbaik, Ini 25 Kata Hikmah Sehari-hari

Islam Sehari-hari

Umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia

28 Nov 2020 05:44 WIB

MUA Bubah Alfian Implan Hidung Keropos Gara-gara Filler

Gosip Artis

MUA Bubah Alfian operasi plastik di hidungnya.

28 Nov 2020 05:23 WIB

Kampanye Pendididikan Vokasi Melalui Lomba Cover Lagu

Pendidikan

Lomba cover lagu Condong Pada Mimpi kampanye pendidikan vokasi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...