Andik Vermansyah pun Ingin Berdamai dengan Manajemen Persebaya

11 Jan 2019 09:13 Liga Indonesia

Pemain anyar Madura United, Andik Vermansah tak kuasa menahan sedih saat bertemu dengan Bonek Mania di salah satu rumah makan di Surabaya, Kamis 10 Januari malam.

Pemain kelahiran Jember ini memang sengaja mengundang Bonek untuk melakukan pertemuan. Tujuannya, meluruskan isu liar yang banyak merebak di media sosial.

Isu yang beredar mengatakan, bahwa Andik sudah tidak mau lagi di Persebaya. Hal itulah yang membuat eks pemain Selangor FA cukup sakit hati.

Padahal ia memutuskan kembali berkarir di Indonesia hanya untuk satu klub, yakni Persebaya. Namun keinginan itu gagal, karena manajemen Bajul Ijo tak kunjung menarik Andik hingga ia memutuskan berlabuh ke Madura United.

"Seandainya saat itu Azrul sedikit bercanda, dan bilang Andik jangan kemana-mana dulu, saya bisa mempertimbangkan lagi," kenang Andik.

Namun itu tak dilakukan manajemen Persebaya. Nasi memang sudah menjadi bubur. Penantian Andik selama tiga minggu sejak negosiasi awal tak kunjung berbuah kata sepakat. Di tengah nasibnya yang terombang-ambing, ia akhirnya ia memutuskan menandatangani kontrak satu musim bersama Madura United.

"Anehnya saat saya malam itu sudah tanda tangan kontrak, manajemen Persebaya menghubungi saya, dan ia bertanya loh kok sudah di Madura Ndik?" kata Andik.

Bahkan sebelum itu, Andik sempat mendatangi kantor Persebaya. Ia datang ke sana bertujuan untuk meminta maaf, karena beberapa kesalahan di awal musim 2018 lalu.

"Saya rela melacurkan diri, karena saya tidak mau ada bentrok dengan presiden dan manajemen Persebaya. Tujuan saya datang ke kantor untuk meminta maaf," ujar Andik.

Setelah pertemuan ini terjadi, Andik berharap dirinya tidak mau disudutkan lagi oleh Bonek. Baik di sosial media dan kehidupan nyata.

Bagi Andik sampai kapan pun ia akan tetap menunggu untuk bermain di Persebaya. Bahkan pemain 26 tahun itu berencana ingin menamatkan karir sebagai pemain sepak bola alias pensiun bersama dengan di Bajul Ijo. Cita-cita yang sementara ini belum bisa terwujud. (hrs)

Reporter/Penulis : Haris Dwi
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini