Mantan pasangan Deddy Corbuzier dan Kalina Oktaranny bersama putra tungganya, Azkanio Nikola Corbuzier.

Mengenal Disleksia yang Diidap Anak Deddy Corbuzier

07 Jun 2018 13:20

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

“Disleksia tidak berhubungan dengan tingkat kecerdasan seseorang.”

Baru-baru ini kabar bahagia datang dari Deddy Corbuzier. Pasalnya, Azkanio Nikola Corbuzier telah berhasil menyelesaikan masa sekolahnya di SD Global Jaya International School.

Tak cukup dengan kata lulus, anak dari pasangan Deddy Corbuzier dan Kalina Oktaranny ini bahkan menjadi lulusan terbaik di sekolah.

Kabar gembira itu kemudian dibagikan langsung oleh Deddy di akun Instagramnya, @mastercorbuzier.

 

Dari postingan tersebut, terselip sebuah istilah yang mungkin tidak banyak orang tahu. Disleksia atau dislexian. Seperti diketahui, Azka adalah anak yang spesial. Ia mengidap disleksia. Yakni atau gangguan otak yang menyebabkan seseorang tidak dapat menghafal, membaca, dan menulis dengan baik.

Ketika mendengar tentang disleksia, banyak yang mengira hal ini berhubungan dengan tingkat kecerdasan seseorang. Padahal, hal itu tidak ada hubungannya sama sekali.

Selain menyebabkan kesulitan membaca, anak juga mengalami kesulitan menulis, meneja kata, bahkan berbicara.

Kasus disleksia biasanya diketahui saat anak mulai bersekolah. Sayangnya, banyak orangtua salah paham dengan kondisi tersebut.

Menurut Mom Juction, disleksia tidak menandakan anak kurang cerdas atau berbeda dengan anak lain. Hanya saja, seorang anak disleksia mengambil waktu lebih banyak untuk memproses informasi ketika berbicara dan membaca.

 

Sampai saat ini, peneliti belum memastikan apa penyebab pasti disleksia. Namun, faktor genetik disebut menjadi salah satu pemicu kondisi ini. Keluarga yang memiliki riwayat disleksia berpotensi besar menurunkan kondisi tersebut.

Untuk bisa memberikan perawatan segera pada anak, ada baiknya para orangtua paham dengan gejala disleksia ini.

Yaitu kesulitan dalam berbicara, bermasalah dalam mengucapkan kata-kata yang panjang, sulit untuk mempelajari alphabet, angka, warna, bentuk, kesulitan untuk menulis nama dan membaca tulisan meski sederhana.

Jika saat tumbuh besar anak mengalami beberapa gejala di atas, jangan langsung berpendapat anak tidak pintar. Bisa jadi anak mengalami kondisi khusus dan membutuhkan perlakukan khusus.