IN, diduga pelaku penembakan seorang kontraktor, Panji Pamungkasandi. (Foto: Pemkab Majalengka)

Anak Bupati Diduga Tembak Kontraktor Masih Bebas

Nasional 14 November 2019 12:16 WIB

Seorang kontraktor bernama Panji Pamungkasandi melaporkan IN, anak Bupati Majalengka Karna Sobahi. Masalahnya, Panji Pamungkasandi mengaku ditembak di bagian tangan saat menagih hutang uang proyek, pada Minggu 10 November 2019.

Insiden ini terjadi di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat. Kasus ini telah ditangani oleh Polres Majalengka.

Selain Panji Pamungkasandi, korban penembakan lainnya adalah rekan IN bernama Handoyo. Namun, hingga empat hari berlalu, polisi belum menetapkan IN sebagai tersangka meski statusnya kini masuk penyidikan.

Penyidik Satreskrim Polres Majalengka melakukan penyelidikan dan olah TKP. Namun hingga kini, polisi belum menentukan tersangka.

"Belum (ada tersangka), masih berproses," ucap Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP M Wafdan Mutaqqin.

Penyidik Polres Majalengka saat ini masih mendalami insiden aksi koboi IN yang melukai dua orang korban itu. Saksi-saksi tengah diperiksa oleh penyidik.

IN merupakan anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi. Ia merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemkab Majalengka.

Dari data yang ada pada situs bpksdm.majalengkakab.go.id, pria kelahiran 13 Juni 1984 itu berpangkat eselon III a golongan III/d.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Majalengka Doni Fardiansyah menjelaskan IN diangkat sebagai PNS melalui jalur penerimaan CPNS. Pada bulan Januari tahun 2010, lanjut Doni, IN diangkat sebagai PNS dan bertugas di bagian hukum Setda Kabupaten Majalengka.

Setelah bertugas di bagian hukum, IN kemudian dimutasi dan menduduki jabatan Kepala Seksi Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Majalengka pada tahun 2014.

Tiga tahun setelah menjabat kepala seksi, tepatnya pada tahun 2017 lalu, IN kemudian dimutasi kembali. Jabatannya masih sama, menjadi kepala seksi di Dinaskerin, yakni Seksi Pendataan Penyaluran dan Penanganan Masalah Tenaga Kerja Bidang Tenaga Kerja Disnakerin.

Masih di tahun yang sama, lima bulan setelah IN dimutasi menjadi Kepala Seksi Pendataan Penyaluran dan Penanganan Masalah Tenaga Kerja, IN kembali dipromosikan menjadi kepala bidang, yakni Bidang Pelayanan Tenaga Kerja Disnakerin.

Lalu pada 29 Mei 2019 lalu, IN dimutasi kembali. Ia diangkat menjadi Kabag Ekbang Setda Kabupaten Majalengka. Kini karir PNS IN dipertaruhkan setelah adanya insiden penembakan terhadap seorang kontraktor bernama Panji Pamungkasandi.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Nov 2019 20:10 WIB

Kontraktor Cabut Laporan, Anak Bupati Majalengka Tetap Ditahan

Hukum

Irfan Nur Alam, anak kedua Bupati Majalengka ditahan usai diperiksa selama 7 jam.

16 Nov 2019 13:38 WIB

Kata Polisi, Anak Bupati Majalengka Nembak Pakai Peluru Karet

Kriminalitas

Anak Bupati Majalengka, kata polisi, menembak kontraktor pakai peluru karet.

14 Nov 2019 14:16 WIB

Kasus Penembakan, Anak Bupati Bantah Utang Proyek Rp800 Juta

Hukum

Diduga tembak kontraktor, anak Bupati Majalengka bantah terlibat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...