Amien Rais Akan Jewer Haedar Nashir, Begini Alasannya

20 Nov 2018 12:32 Politik

Amien Rais mengatakan dirinya akan menjewer telinga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Hal itu menyusul pernyataan Haedar yang memberi kebebasan bagi warga Muhammadiyah untuk menentukan pilihan pada Pilpres 2019 mendatang.

Sesepuh Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan hal itu, saat menghadiri Peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah di Islamic Center, Surabaya, Selasa 20 November 2018.

"Ini tahun politik. Jangan sampai Haedar Nashir mengatakan untuk Pilpres, Muhammdiyah terserah masing-masing. Menurut saya itu bukan fatwa, itu penyelewengan. Itu akan saya jewer keras nanti," kata Amien, yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Menurut Amien, pimpinan Muhammadiyah boleh saja membebaskan pilihan warganya dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 nanti.

Karena, bagi Amien, warga Muhammadiyah itu ada tersebar di sejumlah partai diantarannya di PAN, PKS, PPP, dan Golkar. Jadi Amien memberikan keleluasaan itu.

Namun untuk Pilpres, kata dia, Muhammadiyah harus jelas memberikan dukungannya ke pihak mana.

"Tapi di Pilpres itu hanya satu kursi dan menentukan. Jadi kita tahu itu kabinet presidensial, presiden itu menentukan sekali. Jadi untuk presiden harus jelas," ujar Amien.

Warga Muhammadiyah, kata dia, haruslah memberikan dukungnya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu. Kendati demikian, ia tak mau spesifik menyebut siapa pilihannya itu.

"Sudah jelas, pilih yang tidak suka mengkriminalisasi ulama, yang tidak suka bohong janjinya, yang tidak segala macam-lah, gak usah nyebut nama," kata Amien.

Amien bahkan meminta agar warga Muhammadiyah mau mengikuti arahannya. Ia menegaskan, dirinya adalah satu-satunya pimpinan yang mendapatkan suara terbanyak saat Muktamar 1998 lalu.

"Jadi dia (Haedar) keliru besar, saya ini juga ketua Muhammadiyah. Ingat lho ya, tahun 1998 saya dipilih 98,5 persen itu legitimasinya tinggi sekali, sampai sekarang saya dengan Muhammadiyah," pungkasnya. (frd)

Penulis : Farid Rahman
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini