Mobil ambulans yang terlibat kecelakaan dengan sepeda motor (foto:istimewa)
Mobil ambulans yang terlibat kecelakaan dengan sepeda motor (foto:istimewa)

Ambulans vs Motor, Begini Kata Kapolresta Banyuwangi

Ngopibareng.id Jawa Timur 26 November 2020 20:11 WIB

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin buka suara terkait kecelakaan yang melibatkan ambulans yang melawan arus dengan sepeda motor. Lokasi kecelakaan di jalan kembar di Jalan Brawijaya, Banyuwangi, tepat sebelum Simpang Empat Cungking.

Menurut Arman, sesuai Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ambulans memang salah satu kendaraan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan. Namun menurutnya, tidak harus dengan melawan arus. Apalagi tanpa pengawalan.

"Memang ada pengguna jalan yang memiliki hak utama sepeti kendaraan pemadam, ambulans. Tapi bukan melawan arus caranya," jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis, 26 November 2020.

Mantan Kapolres Probolinggo ini menyatakan, jika kendaraan ambulans melawan arus, seharusnya sebelum berangkat harus berkoordinasi dengan petugas Kepolisian yang ada di lapangan. Sehingga petugas Kepolisian  bisa melakukan pengawalan.

"Karena arus (lajur) ini digunakan masyarakat banyak," tegas Arman.

Arman menegaskan, melawan arus itu sangat berbahaya dan rawan menimbulkan kecelakaan. Dia menyebut, sudah banyak kejadian akibat kendaraan yang melawan arus akhirnya terjadi kecelakaan fatal.

"Harusnya tidak boleh melawan arus. Tanpa pengawalan awal tiba-tiba langsung dilakukan akhirnya tertabrak. Harusnya ada komunikasi," ujar dia.

Dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diatur tentang pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan. Ada tujuh jenis kendaraan yang memperoleh hak utama yakni Kendaraan Pemadam kebakaran yang sedang melakukan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit.

Berikutnya ada kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas; Kendaraan pimpinan Lembaga Negara; Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara; iring-iringan pengantar jenazah; konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Feb 2021 23:15 WIB

Twitter Punya Fitur Baru Berbayar, Namanya Super Follow

Aplikasi

Fitur berbayar ini diluncurkan tahun ini.

26 Feb 2021 22:50 WIB

Marzuki Alie Dipecat dari Keanggotaan Partai Demokrat

Politik

Marzuki Alie dipecat bersama 6 kader lainnya.

26 Feb 2021 22:35 WIB

Lantik Kepala Derah, Ganjar Kutip Pidato Bung Karno

Nusantara

17 kepala daerah dilanti secara virtual, tiga secara langsung.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...