Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat pembukaan Tanwir Bengkulu. (Foto: md for ngopibareng.id)

Ambisius Para Politikus, Haedar: Akibat Orientasi Politik Keras

Khazanah 16 February 2019 00:30 WIB

Karena situasi mengkhawatirkan, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengeluarkan kritik sangat keras kepada para politikus di negeri ini.

Menurut Haedar, kesatuan dan persatuan Indonesia bisa goyah karena tumbuhnya kecenderungan orientasi politik yang mengeras, sehingga satu sama lain mudah terbelah, berbenturan, dan bermusuhan secara saling berhadapan.

"Orientasi politik yang keras membuat setiap orang menjadi sangat ambisius, sehingga politik menjadi to be or not to be atau “urusan hidup dan mati".

Demikian ditegaskan Haedar Nashir, saat pembukaan Tanwir Bengkulu Jumat 15 Februari 2019.

Politik, menurut Haedar, bukan lagi urusan muamalah duniawiah yang dasar hukumnya ibahah (kebolehan) yang memberi ruang bagi perbedaan dan toleransi tetapi menjadi urusan keyakinan keagamaan secara absolut sesuai tafsir, pandangan, dan kepentingannya sendiri secara ekslusif.

"Mari kita menjadi suluh penerang hati dan pikiran, peredam konflik, pemberi solusi, serta mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri, kroni, dan golongan sendiri," kata Haedar.

"Politik di negeri ini menjadi serba frontal, bahkan oleh sebagian dibikin bersuasana gawat, sehingga berrpotensi menimbulkan benturan tinggi. Dalam suasana politik yang terbelah dan membelah itu, media sosial pun makin bebas kian menambah aura politik panas," tutur Haedar Nashir.

Haedar mengatakan, di media sosial setiap orang boleh mengeskpresikan apa saja tanpa kendali yang mencukupi. Orang sangat terbuka untuk meluapkan marah, ujaran kebencian, menghujat, menyerang, dan menulis semaunya nyaris tanpa pagar pembatas moral.

"Politik melalui media sosial bahkan semakin garang, yang berbeda dengan media cetak dan elektronik yang masih dikontrol oleh redaktur, meski kedua media massa tersebut sebagian mulai menjadi corong politik yang sarat kepentingan dan kehilangan objektivitasnya yang jernih," kata Haedar.

Pada akhir pesannya, Haedar mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk menampilkan sikap kenegarawanan untuk belajar berjiwa besar dalam berbangsa dan bernegara, lapang hati dalam menghadapi perbedaan, dewasa dalam berkontestasi, saling menghargai dan menghormati.

"Mari kita menjadi suluh penerang hati dan pikiran, peredam konflik, pemberi solusi, serta mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri, kroni, dan golongan sendiri," kata Haedar. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Mar 2020 10:01 WIB

Bila Darurat hingga Idul Fitri, Ini Empat Hal dari Muhammadiyah

Khazanah

Lakukan antisipasi Darurat COVID-19

26 Mar 2020 02:11 WIB

Menghadap Kiblat Bukan Sekadar Fisik, Masukilah Dimensi Ruhani

Khazanah

Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

23 Mar 2020 07:36 WIB

Isra’ Mi’raj, Risalah Akhir Zaman Membangun Peradaban

Khazanah

Renungan Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.