Ribuan personel polisi yang diterjunkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Massa menggelar demo Tolak Omnibus Law. (Foto: Andhi Dwi/Ngopibareng.id)
Ribuan personel polisi yang diterjunkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Massa menggelar demo Tolak Omnibus Law. (Foto: Andhi Dwi/Ngopibareng.id)

Amankan Kerusuhan Demo, Polisi Surabaya Terjunkan Ribuan Personel

Ngopibareng.id Surabaya 20 October 2020 12:58 WIB

Polrestabes Surabaya menerjunkan ribuan personel kepolisian untuk mengamankan aksi demonstrasi lanjutan, pada Selasa, 20 Oktober 2020, ini. Guna antisipasi kerusuhan seperti yang terjadi.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, AKP M Akhyar mengatakan jika untuk hari ini sudah ada 3.790 personel yang telah diturunkan. Diterjunkannya ribuan personel tersebut guna mengamankan jalannya aksi.

"Untuk demo besok dari Polrestabes Surabaya akan menerjukan sebanyak 3790 personel untuk melakukan pengamanan," kata Akhyar, ketika dikonfirmasi Ngopobareng.id, Selasa, 20 Oktober 2020.

Ribuan personel itu, kata Akhyar, sudah disebar dibeberapa tempat yang kemungkinan digunakan sebagai lokasi demo. Total ada delapan titik kumpul yang sudah dijaga aparat kepolisian.

"Titik-titik kumpul ada pengamanan di sekitaran bundaran waru Cito, KBS, Bumi Surabaya, Delta Plaza, Sier Rungkut, Romo Kalisari, pergudangan Margo Mulyo, dan Karang pilang," jelasnya.

Selain titik kumpul, lanjut Akhyar, petugas juga disebar ke beberapa lokasi yang kemungkinan menjadi pusat demo. Yakni, Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Kantor Gubenur Jatim Jalan Pahlawan dan Kantor DPRD Jawa Timur Jalan Indrapura.

Akhyar mengungkapkan, pengamanan akan lebih diutamakan di titik tersebut, pasalnya pada demo sebelumnya terjadi kerusuhan yang menimbulkan kerusakan beberapa fasilitas umum.

"Ketiga titik tersebut nantinya akan jadi titik utama untuk pengamanan aksi," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Nuruddin Hidayat mengatakan jika kelompoknya menolak adanya anarkisme ketika demo Tolak Omnibus Law berlangsung.

“Terkait anarkiseme, sama kita juga menolak anarkisme, kita sepakati aksi dengan tertib dan damai, kalau ada tindakan anarkisme ya bisa jadi ada penyusup dan provokator,” kata Nuruddin.

Oleh karena itu, Nuruddin berharap kepada koordinator masing-masing kelompok massa aksi agar terus mengingatkan para perseta demonstrasi agar tidak mudah terpancing provokasi.

“Kita tekankan agar korlap (koordinator lapangan) agar anggota masing-masing tidak terprovokasi dan tetap melakukan penyampaian pendapat secara tertib dan damai,” tutupnya.

Penulis : Andhi Dwi Setiawan

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Nov 2020 07:25 WIB

Er-Ji Unggul Versi Survei, Risma: Jangan Jumawa dan Puas Diri

Pilkada

Risma ingin Eri-Armuji tetap membumi

24 Nov 2020 06:07 WIB

Kader Muhammadiyah Tak Boleh Memiliki Pandangan Miopik

Khazanah

Pesan Khusus Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

24 Nov 2020 05:30 WIB

Soal Kebaikan dan Keburukan, Ini Pesan Sayidina Umar bin Khatthab

Khazanah

Umat Islam harus selalu taat kepada Nabi Muhammad SAW.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...