Jai Hindley (Team Sunweb) berhasil sprint mengalahkan Tao Geoghegan Hart (Ineos Grenadiers) di etape 18 Giro d'Italia. (Istimewa)

Almeida Kehilangan Maglia Rosa di Queen Stage Giro d’Italia

23 Oct 2020 10:15

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Dengan hilangnya tanjakan Colle dell’Agnello, Col d’Izoard, dan Montgenevre di etape 20 Giro d’Italia tahun ini, membuat balapan menuju Laghi di Cancano di Passo dello Stelvio etape 18 ini menjadi queen stage. Pertarungan utama perebutan maglia rosa sebelum Giro berakhir tanggal 25 Oktober.

Jai Hindley (Team Sunweb) membukukan kemenangan etape yang berangkat dari Pinzolo sejauh 207 km ke Laghi di Cancano di atas Torri di Fraele, Kamis malam WIB, 22 Oktober.

Hindley sprint mengalahkan Tao Geoghetan hart (Ineos Grenadiers) setelah enam jam balapan di pegunungan Dolomites yang sangat indah itu. “Hari yang sangat baik dengan tanjakan yang gila. Saya sangat gembira,” tuturnya bangga.

Hindley melihat ada kesempatan dan dia tidak melewatkannya. Dia melihat Tao sangat kuat dan menanjak dengan meyakinkan. Tapi akhirnya dia memiliki kesempatan untuk sprint dan menyalipnya.    

Pello Bilbao (Bahrain Mclaren) menempati podium ketiga dengan jarak 46 detik dari Hindley. Joao Almeida (Deceuninck-QuickStep) harus mengakhiri petualangannya dengan maglia rosa.

Almeida harus “menyerah” saat balapan tersisa 48 km waktu team Sunweb memimpin peloton, Almeida tak sanggup bertahan lagi. Usai etape 18 ini pemuncak klasemen general classification digenggam oleh Wilco Kelderman (Team Sunweb).           

Joao Almeida (Deceuninck-QuickStep) harus merelakan kehilangan maglia rosa

Meskipun Kelderman tertinggal dari Hindley, Geoghegan Hart, dan Rohan Dennis di Passo Delo Stelvio dan sendirian sejauh 46 km hingga finis.

“Saya tahu Tao akan berusaha menjauh sejauh mungkin untuk mendapatkan waktu. Tim memberi order saya harus mengikutinya tanpa melakuan apapun. Saya melakukan itu, karena saya tahu Wilco akan mengenakan maglia rosa,” bilang Hindley.

Akhirnya, Kelderman berhasil finis peringkat kelima dengan jarak 2 menit 18 detik dari Hindley. Dan menempati puncak klasemen GC unggul 12 detik dibandingkan Hindley.

Sedangkan Geoghegan Hart menempati pertingkat ketiga GC dengan jarak waktu 15 detik di belakang Kelderman. Sayangnya, Almeida berada di peringkat lima setelah kehilangan waktu 4 menit 51 detik di etape 18 ini.          

“Ini adalah balapan yang ketat dan paling berat dalam hidup saya. Tapi saya sangat bahagia Jai bisa memenangkan etape ini dan saya mengenakan maglia rosa. Kita meninggalkan Almeida sebelum Stelvio. Ineos juga sangat kuat. Sekarang saatnya istirahat dan kita melihat beberapa hari ke depan dengan optimis,” tutur Kelderman.

Wilco Kelderman (Team Sunweb) mengenakan maglia rosa usai etape 18. (istimewa)

Perang bintang GC terjadi saat di tengah-tengah Passo dello Stelvio. Tanjakan tertinggi di etape 18 ini. Peloton yang dipimpin Team Sunweb mendapati Almeida tertinggal dari grup favorit. Juga Vincenzo Nibali (Trek Segafredo), dan Jakob Fuglsang (Astana).

Ketika balapan makin tinggi menanjak Stelvio, pertarungan hanya tinggal Team Sunweb dengan Ineos Grenadiers. Hindley melakukan pekerjaannya dengan baik menempel ketat Ineos hingga akhir balapan.

Sedangkan Kelderman play safe dengan sendirian saat menuruni Stelvio dan menanjak tanjakan terakhir menuju finis. Demi kesempatan untuk bisa mengenakan maglia rosa.

Tanjakan Passo dello Stelvio yang sangat indah di pegunungan Dolomiti Italia.
profil etape 18 Giro d'Italia

Hasil juara etape 18 Giro d’Italia

  1. Jai Hindley (Australia) Team Sunweb 6 jam 03 menit 03 detik
  2. Tao Geoghegan Hart (Inggris) Ineos Grenadiers
  3. Pello Bilbao (Spanyol) Bahrain McLaren +46 detik
  4. Jakob Fuglsang (Denmark) Astana Pro Team +1 menit 25 detik
  5. Wilco Kelderman (Belanda) Team Sunweb +2 menit 18 detik
  6. Patrick Konrad (Austria) Bora-Hansgrohe +4 menit 4 detik
  7. Joao Almeida (Portugal) Deceuninck-Quickstep +4 menit 51 detik
  8. Vincenzo Nibali (Italia) Trek-Segafredo
  9. Hermann Pernsteiner (Austria) Bahrain McLaren
  10. Fausto Masnada (Italia) Deceuninck-Quickstep +4 menit 55 detik

klasemen general classification setelah 18 dari 21 etape

  1. Wilco Kelderman (Belanda) Team Sunweb 77 jam 46 menit 56 detik
  2. Jai Hindley (Australia) Team Sunweb +12 detik
  3. Tao Geoghegan Hart (Inggris) Ineos Grenadiers +15 detik
  4. Pello Bilbao (Spanyol) Bahrain McLaren +1 menit 19 detik
  5. João Almeida (Portugal) Deceuninck-Quickstep +2 menit 16 detik
  6. Jakob Fuglsang (Denmark) Astana Pro Team +3 menit 59 detik
  7. Patrick Konrad (Austria) Bora-Hansgrohe +5 menit 40 detik
  8. Vincenzo Nibali (Italia) Trek-Segafredo +5 menit 47 detik
  9. Fausto Masnada (Italia) Deceuninck-Quickstep +6 menit 46 detik
  10. Rafal Majka (Polandia) Bora-Hansgrohe +7 menit 28 detik

Catatan redaksi: Berita ini mengalami koreksi pada pukul 10:34 WIB.