Pakar tasawuf KH Luqman Hakim di Jakarta. (Foto: ist/ngopibareng.id)

Allah Berdzikir untuk Diri-Nya, Ini Penjelasan Pakar Tasawuf

Khazanah 26 July 2019 04:15 WIB

KH Luqman Hakim mengatakan, sebelum manusia dan alam semesta berdzikir kepada-Nya, Allah sendiri berdzikir untuk diri-Nya sendiri. Menurutnya, dzikir yang dilakukan Allah SWT telah disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai dzikir yang agung atau puncak dari dzikir itu sendiri tepatnya pada kalimat wa la dzikrullahi akbar.

Ia menjelaskan, ketika seseorang berdzikir, dzikir tersebut merupakan efek dari dzikir Allah.
"Untuk itu, ketika seseorang berdzikir, jangan berharap mendapatkan sesuatu, sebab sebelum manusia berdzikir Allah, telah melakukannya," tutur alumni Pesantren Tebuireng Jombang ini.

“Bagaiman dengan perintah Allah, fadzkurni adzkurkum, (artinya, red.) dzikirlah kepada-Ku, Aku akan ingat kepadamu. Itu adalah perintah kepada orang-orang yang lalai sebab jika tidak dimotivasi manusia tidak mau berdzikir,” jelasnya.

Pendiri Sufi Center Jakarta ini, mengungkapkan hal itu saat mengisi pengajian rutin kitab Al-Hikam karya Syekh Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Atho’illah As-Sakandari melalui chanel youtube NU, Kamis 25 Juli 20197.

Penjelasan Allah berdzikir untuk Diri-Nya, ujar Kiai Luqman, juga terungkap dari pernyataan seorang waliyullah Abu Yazid Al-Bustami. Menurut Abu yazid, dirinya melakukan 4 kesalahan. Pertama, menyangka dirinya bisa berdzikir. Kedua, aku mencinta-Nya. Ketiga, menemukan pengetahuan baru. Keempat, aku bisa mencari Allah.

Keyakinan itu, kata Abu Yazid yang disampaikan Kiai Luqman, ternyata salah, sebab sebelum dirinya berdzikir, Allah telah melakukannya. Allah telah "mengingat" Abu Yazid sebelum Abu yazid mengingat Allah.

“Makannya kita harus mulai belajar ketika shalat, ketika baca Al-Qur’an, ketika itu diusahakan engkau sedang mengingat Allah. Lalu ingat semua dari Allah. Itu baru anda mengingat Allah. Baru Anda merasakan indahnya dzikir karena berinteraktif dengan Allah,” tuturnya.

Sementara dzikir hanya mengandalkan suara yang lantang dengan keyakinan kita yang mengingat Allah, tetapi merasa pikirannya kosong, tidak berinteraksi dengan Allah, berarti kita tidak "diingat" Allah. Artinya, jika manusia tidak "diingat" Allah, maka manusia tidak akan berdzikir.

“Ini mengerikan sebenarnya, mengerikan banget,” ujarnya.

Kemudian, Abu Yazid merasa mencintai Allah, ternyata Allah telah "mencintai" Abu Yazid sebelum dirinya sadar jika dirinya mencintai Allah. Sebab, perasaan cinta tidak akan tumbuh jika Allah sendiri tidak mencintai hamba-Nya.

Lalu, terkait ilmu pengetahuan baru di dunia, jauh sebelum pengetahuan itu muncul, Allah sudah menciptakan segala sesuatu yang tidak pernah ditemukan manusia. Termasuk ketika Abu Yazid "mencari" Allah, Allah-lah yang "mencari" Abu Yazid, sebab Allah tidak pernah menghilang, Allah selalu ada untuk hamba-Nya.

“Allah itu 'alimul ghaibi, Allah sendiri tidak gaib karena itu jangan dicari,” ungkapnya.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Jul 2020 03:35 WIB

Senandung Rindu pada Kekasih, Doa Terakhir Al-Hallaj

Khazanah

Kafir di mata manusia, mukmin di mata Allah Swt

21 Jun 2020 06:46 WIB

Khazinatul Asrar, Kitab Naqsyabandiyah? Ini Penjelasan Santri

Khazanah

Kompilasi tentang keutamaan beberap surat dan ayat Al-Qur'an

20 Jun 2020 12:22 WIB

Gus Dur Titip Hikam, Ini Humor Pesantren Paling Konyol

Humor Sufi

Menghadirkan humor memetik hikmah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...