Unjuk rasa mahasiswa. (Foto: Dok/Antara)

Alasan BEM Nusantara Tunda Dialog Dengan Jokowi

Nasional 27 September 2019 23:59 WIB

Koordinator Jawa BEM Nusantara Cahya Nugeraha Robimadin menyatakan pihaknya memilih menunda undangan dialog dari Presiden RI Joko Widodo karena masih berduka atas tewasnya dua mahasiswa dari Universitas Halu Oleo Kendari.

Cahya Nugeraha saat dihubungi ANTARA di Surabaya, Jumat mengatakan pihaknya memilih menunda dialog dengan presiden karena berduka atas meninggalnya Randi, 21 tahun dan Muhammad Yusuf Kardawi, 19 tahun usai terlibat bentrok antara mahasiswa dan polisi di sela demonstrasi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara.

"Masing-masing aliansi tentu punya sikap. Di BEM Nusantara dan juga BEM Unesa bukan menolak, tapi menunda. Belum waktunya lah, karena lagi berkabung. Kawan UHU itu termasuk BEM Nusantara juga. Jadi BEM Nusantara belum bisa bertemu (Presiden)," ujarnya.

Cahya Nugeraha yang juga Presiden BEM Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu menyatakan, tidak ada syarat khusus yang diajukan BEM Nusantara untuk berdialog dengan Jokowi.

Namun, kata dia, dari hasil koordinasi dan juga masukan-masukan dari internal, pihaknya menyatakan belum bisa memenuhi undangan tersebut.

"Tidak ada syarat khusus dari BEM Nusantara. Kebetulan tadi malam kami sudah koordinasi dengan pengurus pusat di BEM Nusantara dan juga masukan dari kawan-kawan, kami belum bisa memenuhi undangan presiden," ucapnya.

Dia menginginkan presiden fokus menyelesaikan apa yang menjadi aspirasi dari mahasiswa dan masyarakat melalui unjuk rasa di berbagai daerah beberapa hari ini sebelum bertemu dengan BEM Nusantara.

Mengenai meninggalnya dua rekannya, Cahya Nugeraha ada kepedulian Jokowi atau pemerintah pusat kepada keluarga dari Randi dan Muh Yusuf Kardawi.

"Paling tidak ada pendekatan persuasif terhadap mahasiswa terutama yang meninggal saat aksi. Karena keluarga sangat terpukul, jangan hanya di pemerintahan daerah saja yang ke sana, Presiden kami harapkan memperhatikan secara langsung," ujarnya.

BEM Nusantara juga menyerukan kampus-kampus melakukan salat gaib dan refleksi untuk mengenang Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi.

"Tentu ada sikap dari kami terkait meninggalnya dua mahasiswa. Tadi pagi, BEM Nusantara menyerukan untuk salat gaib untuk kawan-kawan yang gugur di Kendari. Tidak menutup kemungkinan ada refleksi atau apa dari masing-masing kampus termasuk dari Unesa," ucap mahasiswa Ilmu Ekonomi Unesa itu.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

10 Jun 2020 14:36 WIB

BEM Nusantara Minta Kapolda Jatim Tak Bungkam Mahasiswa

Jawa Timur

Perkuat silaturahim membangun bangsa

01 Oct 2019 22:26 WIB

Aksi Mahasiswa Di Gedung DPR Berakhir Damai Tanpa Gas Air Mata

Nasional

Aksi aliansi Mahasiswa di sekitar gedung DPR RI kali ini berakhir tanpa ricuh.

27 Sep 2019 13:55 WIB

Aksi Surabaya Menggugat di DPRD Jatim, Polisi Amankan 50 Orang

Jawa Timur

Ini daftar pengunjuk rasa di aksi #SurabayaMenggugat yang diamankan polisi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...