Wakapolri Komjen Syafruddin temui Grand Syeikh Al Azhar. foto: Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Serangan Bom Gereja di SurabayaAl Azhar Siap Bantu RI Tangkal Pemahaman Keliru Soal Islam

14 May 2018 08:10

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Grand Syeikh Al Azhar Kairo, Ahmad Muhammad Ath-Thayyib siap membantu untuk memberikan pelatihan kepada ulama dan dai di Indonesia. Sebab, diduga ada kelompok-kelompok baru yang menyusupi Islam Indonesia.

“Setelah diskusi dengan Wapres (RI), memandang Al Azhar turun langsung memberi pemahaman Islam yang benar di Indonesia melalui ikatan alumni Al Azhar di Indonesia,” ujar Grand Syeikh Ath-Thayyib, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis Dewan Masjid Indonesia (DMI), Minggu 13 Mei 2018.

Wakapolri Komjen Syafruddin sebagai Wakil Ketua Dewan DMI memimpin rombongan delegasi Indonesia menemui Grand Syeikh di Kairo.

Grand Syeikh berharap pelurusan pemikiran yang keliru itu bisa disebarkan melalui masjid- masjid yang tersebar di Indonesia. Ia menambahkan pihaknya bersedia membantu Indonesia untuk melatih dai dan ulama. Bahkan jika pemerintah tidak bisa membiayai, kata Grand Syeikh, Al Azhar akan menanggung semua keperluannya.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama 1-2 bulan itu, akan diberikan materi aktual soal terorisme, isu perempuan dan juga kelompok-kelompok fanatik. Dia menginginkan ada lembaga yang secara khusus ditunjuk pemerintah untuk menangani pelatihan dai dan ulama dari Indonesia.

Selain kepada dai dan ulama, pihaknya juga ingin memberikan pelatihan kepada guru sekolah menengah dengan materi yang sama. “Ini penting supaya mereka bisa memberikan pemahaman yang benar tentang Islam kepada murid-muridnya,” tutur Grand Syeikh.

Grand Syeikh mengingatkan adanya kelompok yang ingin memecah belah umat Islam di Indonesia. Persoalan ini, menurut dia, harus mendapat perhatian yang serius dari pemerintah Indonesia. Pihaknya mengaku tidak ingin melihat Indonesia dijadikan ajang perang pemikiran yang memecah belah umat.

Saat ini, DMI menempatkan diri sebagai fasilitator bagi masjid-masjid di Indonesia. Kebanyakan masjid, kata Syafruddin, masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

Ia mengaku berterima kasih atas nasihat dan tawaran dari Grand Syeikh. Pihaknya pun tertarik untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan yang diberikan oleh Al Azhar kepada Indonesia.

Hal itu pun akan disampaikan Syafruddin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla yang merupakan ketua umum DMI. (*)