Ikhwan Arief menunjukkan foto di sekitar hutan mangrove yang rencananya akan ditebang. (Foto: Hujaini/ngopibareng.id)

Aktivis Lingkungan Menolak Keras Penebangan Pohon Mangrove

Jawa Timur 16 December 2019 18:34 WIB

Rencana pemotongan 4.000 pohon mangrove di muara Sungai Kalilo langsung menuai kecaman dari aktivis lingkungan dan komunitas nelayan. Sebab pohon mangrove justru menyaring sampah agar tidak sampai ke laut dan menyerap racun dan limbah dan menyimpannya di ujung akar yang paling bawah.

"Kami sangat kecewa dan menolak dengan rencana itu. Ini kita terus berkoordinasi agar pemotongan itu tidak jadi dilaksanakan. Kami akan melakukan rapat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk klarifikasi terkait hal ini," kata Ikhwan Arief, aktivis lingkungan penerima penghargaan Kalpataru tahun 2019 ini, Senin, 16 Desember 2019.

Pria yang juga Pimpinan Cabang Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Banyuwangi ini juga sudah mengirim surat resmi ke DLH Banyuwangi dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur untuk tidak mengeluarkan rekomendasi penebangan pohon mangrove tersebut.

Surat penolakan yang dikirimkan BKNU Banyuwangi ini menurut Ikhwan Arief juga mendapatkan dukungan dari 85 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) baik dari Banyuwangi maupun luar Banyuwangi.

"Kami melihat permasalah di wilayah memang seperti yang ada di surat itu. Tetapi itu bukan efek mangrove. Sehingga kita membuat rekomendasi. Salah satunya adalah melatih masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan sehingga sampah tidak nyangkut di sana dan tidak bau. Merekomendasikan DLH Banyuwangi menambah tempat sampah di lokasi itu," tegasnya.

Dia menambahkan, dalam persoalan ini ada keterlibatan beberapa pihak yang sepertinya akan memanfaatkan lokasi mangrove itu untuk sesuatu hal yang lain. Dia tidak hanya melihat permohonan penebangan pohon mangrove ini dari sisi masyarakat tapi ada kepentingan lain.

"Makanya kita betul-betul mengawasi kegiatan ini. Kita berusaha agar ini tidak terjadi. Kita sudah komunikasi dengan pemerintah bagaimana kalau ada normalisasi sungai saja kalau memang alasannya sungai bau dan airnya tidak mengalir. Bukan dengan menebang semua pohon mangrove di sana," pungkasnya.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 23:15 WIB

10 Hari Lagi Rumput Standar FIFA untuk GBT Datang

Surabaya

Pemkot Surabaya sedang mempercepat pengerjaan renovasi GBT

07 Aug 2020 23:05 WIB

Dilarang Dangdutan di Kampanye Terbuka Pilkada 2020

Nasional

Peserta Pilkada 2020 terancam didiskualifikasi jika melanggar aturan.

07 Aug 2020 22:45 WIB

Sanchez Sindir MU Setelah Dipermanenkan Inter Milan

Liga Italy

Alexis Sanchez merasa diterima dengan baik sejak awal di Inter

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...