Aksi massa di depan Kantor Bawaslu RI sempat ricuh. (Foto: Istimewa)

Aksi Ricuh, Sejumlah Pendemo Diamankan Polisi

Nasional 21 May 2019 23:46 WIB

Aksi massa di depan gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, menjelang tengah malam sempat terjadi kericuhan. Kericuhan dipicu aksi provokatif yang dilakukan peserta aksi dengan menginjak-injak pagar kawat berduri.

Selain itu massa yang sebelumnya membubarkan diri ternyata balik lagi ke depan Gedung Bawaslu RI Jalan MH Thamrin kemudian mencoba merangsek kawat berduri sambil menyanyikan yel-yel.

Mereka datang menantang polisi dengan berteriak, menyanyikan yel-yel provokatif. Tak hanya itu, mereka juga sempat merusak kawat besi yang ada di depannya.

Sekitar pukul 22.15 WIB massa dimediasi oleh Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian, namun massa terus bersikap provokatif bahkan menantang petugas.

"Tembak pak tembak. Semua pasti mati kok," ujar salah satu massa aksi yang ditenangkan oleh Wakapolres.

Sekitar pukul 22.35 WIB polisi menindak tegas dengan melakukan penghalauan massa ke arah Jalan Wahid Hasyim. Dari arah Jembatan Penyeberangan Orang (JPU) depan Kantor Bawaslu, sejumlah polisi Sabhara dan Brimob berlarian menuju ke arah massa. Mengetahui hal tersebut, massa langsung melarikan diri.

Beberapa orang langsung ditangkap oleh polisi. Sisanya kabur dan dikejar oleh polisi tersebut. Bahkan ada massa aksi yang diketahui lari ke dalam gedung Bawaslu.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai insiden tersebut. Polisi saat ini masih bersiaga di lokasi. (wit/ant)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Mar 2020 10:03 WIB

Bawaslu Surabaya Tunda Pengawasan Pilkada 2020

Surabaya

Semua aktivitas badan adhoc ditunda sampai batas waktu belum ditentukan

10 Mar 2020 17:35 WIB

Sekolah Penyelaman Perikanan UB Raih Prestasi di Bidang Ekologi

Pojok Unibraw

Pelatihan diberikan seperti Marine Ecology, Shark Ecology dan lain-lain.

08 Mar 2020 15:56 WIB

M. Sholeh-Taufik Menangkan Gugatan, KPU Diminta Hitung Ulang

Pilkada

Senin nanti KPU diminta melakukan penghitungan ulang syarat ke Bawaslu

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.