Ilustrasi pengguna VPN. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pengguna VPN. (Foto: Istimewa)

Akses Medsos Kembali Normal, Kominfo Imbau Segera Hapus VPN

Ngopibareng.id Teknologi dan Inovasi 25 May 2019 16:15 WIB

Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta warganet untuk menghapus aplikasi virtual private network (VPN) di gawai mereka setelah pembatasan akses ke media sosial dan pesan instan dicabut.

"Kominfo mengimbau agar pengguna telepon seluler atau perangkat lain segera menghapus pemasangan aplikasi VPN agar terhindar dari risiko pemantauan, pengumpulan hingga pembajakan data pribadi pengguna," kata Kominfo dalam keterangan resmi, Sabtu.

Kominfo pada pukul 13.00 WIB melakukan normalisasi pembatasan akses ke platform media sosial dan pesan instan sehingga pengguna bisa kembali mengirim dan menerima pesan berupa video dan gambar.

Menteri Kominfo Rudiantara kemudian berpesan agar warganet menggunakan Internet untuk hal-hal yang positif serta tidak menyebarkan hoaks.

"Ayo, kita perangi hoax, fitnah, informasi-informasi yang memprovokasi," kata Rudiantara.

Virtual private network atau VPN semula dirancang untuk mengamankan transaksi dan jaringan. Aplikasi VPN menjadi populer setelah pembatasan akses ke media sosial diberlakukan pada Rabu 22 Mei 2019.

Warganet memasang VPN di perangkat mereka agar bisa mengakses media sosial. Namun, VPN gratis berisiko dimanfaatkan sebagai perangkat pengintai (spyware) untuk mencuri informasi dari pengguna.

Ahli keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya berpendapat VPN yang berbayar lebih aman digunakan dibandingkan dengan VPN gratis karena dibuat oleh perusahaan yang bergerak di bidang keamanan siber. (ant)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

17 Oct 2020 09:44 WIB

Pemerintah Pantau Telepon dan Medsos Masyarakat?

Nasional

Benarkah pemerintah pantau akktivitas telepon dan medsos masyarakat?

27 Sep 2020 20:30 WIB

Paslon Bupati di Malang Maksimalkan Medsos Gaet Pemilih Pemula

Pilkada

Akan tabulasi data pemilih pemula.

10 Sep 2020 06:30 WIB

Parti Gugat

Dahlan Iskan

Kisah Parti asisten pembantu yang menghebohkan di Singapura.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...