Aki Dicuri, Sistem Peringatan Dini Tak Berfungsi

05 Apr 2019 18:55 Jawa Timur

Selain diduga karena pengendara motor teledor, tidak berfungsinya sistem peringatan dini (early warning system) di perlintasan kereta api (KA) di Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo berakibat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Dalam kecelakaan lalulintas, Jumat pagi, 5 April 2019 itu dengan dua korban itu akhirnya terungkap sistem peringatan dini tidak berfungsi karena aki (baterai) pada perangkat tersebut hilang (dicuri).

Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polresta Probolinggo, AKP Kemadji saat meninjau perlintasan KA di Kebonsari Wetan, Jumat pagi. Pagi itu, dua pengendara berboncengan yakni, Didik dan Syamsudin, keduanya warga Sebaung, Kabupaten Probolinggo ditabrak KA Ranggajati.

"Perlintasan KA di Kebonsari Wetan ini perlu dilengkapi palang pintu. Ternyata, alat deteksi kedatangan kereta atau early warning system-nya tak berfungsi," ujar AKP Kemadji.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)Kota Probolinggo, Sumadi. "Disayangkan, sudah tidak palang pintu, ternyata early system warning tidak berfungsi karena baterainya dicuri orang," ujarnya.

Masih terkait kecelakaan yang melibatkan KA di Kebonsari Wetan, Kepala Polsuska Daop 9, Kapten Muhalil mengatakan, pengajuan palang pintu merupakan ranah Dishub. "Kami koordinasikan dulu ya karena pengajuan palang pintu ranah Dishub," ujarnya.

Tanggapan Dishub? "Pengadaan palang pintu juga penjaganya, wewenang Dishub dan LLAJ Jawa Timur, bukan Dishub Kota Probolinggo," ujar Sumadi.

Karena itu ia mengatakan, akan kembali menginformasikan masalah ini ke Dishub dan LLAJ Jawa Timur pasca kecelakaan di Kebonsari Wetan, Jumat, 05 April 2019.

Berdasarkan pengamatan, tidak hanya perlintasan KA di Kebonsari Wetan yang tanpa dilengkapi palang pintu.

Masih ada sejumlah lintasan KA di Kota Probolinggo yang tanpa palang pintu di sejumlah pertemuan sebidang dengan jalan seperti di Jalan Armada (Jalan Flamboyan), jalan depan Kelurahan Pilang, hingga jalan menuju kampung nelayan di belakang Pos Polisi Ketapang. (isa)

Reporter/Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini