Akhiri 'Shutdown', Trump Usulkan Kebijakan Imigrasi

21 Jan 2019 01:19 Internasional

Penutupan sementara (shutdown) sebagian operasi pemerintah AS, cukup menegangkan dan berdampak luas bagi pegawai negeri AS. Akhirya, Presiden Donald Trump, Sabtu 19 Januari 2019, menawarkan beberapa kebijakan imigrasi kepada Demokrat -- namun usulan itu ditolak oleh partai oposisi itu bahkan sebelum Trump berpidato.

"Kami harap mereka akan memberikan dukungan antusias dan saya pikir banyak yang akan melakukannya," kata Trump mengenai Demokrat.

"Sayap kiri yang radikal tidak akan pernah boleh mengontrol perbatasan. Saya tidak akan pernah membiarkannya terjadi."

"Kami harap mereka akan memberikan dukungan antusias dan saya pikir banyak yang akan melakukannya," kata Trump mengenai Demokrat," kata Trump.
Seorang pria memperhatikan para pekerja yang mengganti sebagian tembok di perbatasan AS dengan tembok yang lebih tinggi di Tijuana Meksiko 19 Desember 2018
Seorang pria memperhatikan para pekerja yang mengganti sebagian tembok di perbatasan AS dengan tembok yang lebih tinggi di Tijuana, Meksiko, 19 Desember 2018.

​Dalam pidatonya, yang disiarkan langsung dari Ruang Resepsi Diplomatik Gedung Putih pada Sabtu siang, Trump menyerukan agar petugas federal untuk kontrol imigrasi ditambah 2.750 orang lagi dan menuntut $5,7 miliar untuk membangun pembatas baja sepanjang 370 kilometer di perbatasan Meksiko.

"Waktunya merebut kembali masa depan kita dari suara-suara ekstrem yang takut berkompromi dan menuntut perbatasan terbuka," kata Trump. "Karena itu saya disini hari ini untuk memecah kebuntuan."

Trump menawarkan kompromi atas dua program yang sejak dulu hendak dihapuskan pemerintahannya: Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) -- program yang memungkinkan anak-anak dari imigran gelap untuk tinggal dan bekerja di AS -- dan Temporary Protected Status (TPS) -- Status Perlindungan Sementara bagi para imigran dari beberapa negara Amerika Latin dan Afrika.

UU Bridge yang bipartisan akan memungkinkan 740.000 imigran yang masuk ke AS secara gelap sewaktu masih anak-anak -- yang dijuluki "Dreamers" -- untuk mempertahankan izin kerja dan menunda deportasi selama tiga tahun lagi apabila ijin mereka telah dicabut.

Tidak lama sebelum Trump berpidato, Ketua DPR Nancy Pelosi menyebut tawaran itu sebagai kompilasi dari inisiatif-inisiatif yang telah ditolak sebelumnya yang "tidak dapat diterima" dan bahwa usulan itu "bukan upaya yang didasari niat baik."

"Tidak satu pun dari usulan-usulan akan disetujui DPR, dan secara keseluruhan, usulan-usulan itu tidak akan efektif. Satu hal, misalnya, proposal itu tidak mencakup solusi permanen bagi Dreamers dan para penerima TPS yang diperlukan dan didukung negara kita," kata tambah Pelosi dalam pernyataannya.

Presiden menyampaikan pengumuman itu tidak lama setelah menghadiri upacara naturalisasi di Ruang Oval bagi lima warga negara AS baru, menekankan dukungannya bagi imigrasi yang sah.

Trump telah berulang kali menuntut anggaran $5,7 miliar untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko.

Kubu Demokrat, yang menguasai DPR tapi tidak di Senat, telah menawarkan dana tambahan sebesar lebih dari satu miliar dolar untuk keamanan perbatasan, tapi bukan untuk pembangunan tembok. (af/voa)

Presiden Donald Trump
Presiden Donald Trump.
Nancy Pelosi
Nancy Pelosi.
Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini