Akhiri Perkubuan, PBNU Apresiasi Pertemuan Jokowi-Prabowo

13 Jul 2019 17:45 Politik

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan apresiasinya terhadap pertemua dua tokoh nasional. Sangat patut diapresiasi. Bertemunya Jokowi dan Prabowo mengonfirmasi sikap kenegarawanan keduanya.

Menurut Robikin Emhas, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, sebagai simbol kekuatan politik yang bersaing ketat dalam pilpres, bertemunya kedua tokoh tersebut juga merupakan harapan bagi semakin terkonsolidasinya demokrasi di Indonesia.

"Alhamdulilah, pilpres di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan partisipasi pemilih 81% dan sengketa hasil pilpres di MK yang berlangsung damai itu kini disusul bertemunya kedua tokoh sentralnya. Pak Jokowi merangkul dan Pak Prabowo sportif menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin," kata Robikin Emhas, pada ngopibareng.id, Sabtu 13 Juli 2019.

Pertemuan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dan Prabowo Subianto bersantap siang di restoran yang sama, Sabtu 13 Juli 2019. Pertemuan Jokowi dan Prabowo diawali dari Stasiun MRT Lebak Bulus. Mereka sama-sama mengenakan kemeja putih.

Setelah itu Jokowi dan Prabowo bersama-sama naik MRT menuju Stasiun Senayan. Dari situ, mereka berjalan kaki ke mal FX Sudirman Pada acara makan siang bersama itu, Jokowi dan Prabowo menikmati mulai dari makanan ringan, hingga makanan berat, seperti diungkap Operational Manager Sate Khas Senayan Lisa Syauota.

"Saya berharap polarisasi (perkubuhan) dan segregasi (perpecahan), baik di tingkat elit maupun di akar rumput akibat pelaksanaan kontestasi pilpres 2019 betul-betul berakhir. Semua kembali bersatu dan bahu membahu untuk Indonesia yang lebih baik," kata Robikin, menambahkan.

"Alhamdulilah, pilpres di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan partisipasi pemilih 81% dan sengketa hasil pilpres di MK yang berlangsung damai itu kini disusul bertemunya kedua tokoh sentralnya. Pak Jokowi merangkul dan Pak Prabowo sportif menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin," kata Robikin Emhas.
Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini