Prabowo Subianto. (Foto: Dok/Antara)

Ajak PKS Merapat ke Jokowi, Ini Penjelasan Jubir Prabowo

Politik 03 August 2019 11:47 WIB

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pernyataan Prabowo yang mengajak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masuk ke koalisi pemerintahan hanya sebatas pertimbangan. Keputusan sepenuhnya diserahkan pada PKS.

"Statement Pak SI (Sohibul Iman), pernyataan Pak Prabowo kepada masing-masing parpol waktu itu semata mencari pertimbangan terbaik. Apakah masuk pemerintahan dengan syarat sesuai visi kami, atau tetap berada di jalur oposisi di luar pemerintahan melalui parlemen," kata Dahnil kepada Wartawan, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman menyebutkan dirinya sempat diajak Prabowo untuk merapat ke koalisi pemerintahan.

Dahnil mengatakan, karena hanya bersifat ajakan, maka masuk tidaknya ke koalisi pemerintahan sepenuhnya bergantung pada masing-masing partai.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini memastikan hingga saat ini Prabowo belum menentukan sikap apakah akan masuk atau tetap beroposisi.

"Apakah Gerindra akan masuk ke pemerintahan atau oposisi? Pak Prabowo tetap konsisten dalam posisi ingin memastikan pembangunan Indonesia sesuai dengan pondasi pasal 33 UUD 45, dimana kedaulatan pangan, energi, air bisa hadir. Sebagai bangsa kita harus bermartabat," ujarnya.

Sebelumnya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan bahwa Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat mengajak PKS untuk bergabung dan masuk ke dalam koalisi pemerintahan.

"Saat ngobrol dengan Pak Prabowo ya. Pak Prabowo membuka opsi dengan Pak Jokowi, juga mengajak kita," kata Sohibul Iman di sela-sela pembekalan caleg terpilih PKS di Grasia Hotel Semarang, Jumat, 2 Agustus 2019.

Saat itu, Sohibul mengaku memberikan saran kepada Prabowo agar tetap konsisten berada di jalur oposisi di luar pemerintahan. Oposisi perlu dirawat agar demokrasi di Indonesia bisa berjalan dengan lebih baik.

"Kami beri masukan, 'Pak, ini demi menjaga demokrasi Indonesia agar lebih baik, harus ada yang oposisi'. Dan kayaknya yang siap beroposisi hanya Gerindra dan PKS," kata Sohibul.

Saat itu, Prabowo juga sempat mengatakan pada Sohibul bahwa masuk ke dalam pemerintahan tidaklah buruk.

"Beliau mengatakan, 'Tidak ada salahnya kita masuk'. Kami katakan, 'Kalau Bapak pertimbangannya seperti itu ya kami bersilakan, kalau Gerindra mau masuk silakan', PKS insyaAllah berdasarkan masukan Majelis Syuro, insyaAllah kita tetap di luar (oposisi)," ujarnya.

Sementara itu, meski banyak spekulasi tentang rencana masuknya Gerindra ke koalisi pemerintahan, namun Sohibul masih yakin bahwa Prabowo dan Gerindra tetap akan berada di luar pemerintahan.

"Pak Prabowo dan Gerindra itu belum final, saya sebagai sahabat merasakan, Pak Prabowo akan tetap bersama PKS di luar (oposisi)," kata Sohibul Iman.

Sekadar diketahui, selain bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Prabowo juga sempat bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Beragam spekulasi rencana masuknya Prabowo dan Gerindra ke koalisi pemerintahan muncul usai pertemuan tersebut.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

10 Aug 2020 09:30 WIB

PA 212: Urusan dengan Prabowo Selesai, 2024 Tak Akan Jagokan Lagi

Politik

PA 212 tak akan lagi menjagokan Prabowo di 2024

08 Aug 2020 15:42 WIB

Jokowi-Megawati Hadiri KLB Partai Gerindra

Nasional

Presiden Jokowi dan Megawati beri sambutan di KLB Partai Gerindra.

08 Aug 2020 15:29 WIB

Kongres Luar Biasa, Prabowo Resmi Jadi Ketum Gerindra 2020-2025

Politik

Partai Gerindra menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), Sabtu 8 Agustus 2020.

Terbaru

Lihat semua
11 Aug 2020 07:07 WIB

Covid-19 dan Dunia Pendidikan

As’ad Said Ali
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...