Ajaib, Ketika Bangunan di Sekitarnya Porak-Poranda, Rumah Zohri Masih Kokoh Berdiri

08 Aug 2018 13:03 Timur Indonesia

Ada sebuah keajaiban saat gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) menggoyang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu 5 Agustus 2018 kemarin.

Ketika hampir seluruh rumah hancur, namun rumah milik Lalu Muhammad Zohri yang saat ini dalam tahap renovasi ternyata masih kokoh berdiri.

"Tidak kenapa-kenapa, hanya dua biji genting saja yang jatuh," kata Baiq Fazilah, kakak kandung Zohri, Rabu 8 Agustus 2018.

Saat ini, Fazilah dan kakak Zohri yang lainnya yakni Lalu Mahrib, mengungsi ke luar kampung. Fazilah mengungsi ke Telaga Wareng sedangkan Mahrib mengungsi ke Sigar Pejalin.

Nama Zohri sempat menjadi perbincangan publik sejak merebut emas di nomor lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia 11 Juli 2018 lalu.

Setelah merebut emas, rumah Zohri yang ternyata masih terbuat dari bambu membuat banyak orang bersimpatik. Rumah itupun kini hampir selesai dibangun oleh prajurit TNI.

Rumah Zohri berada di Dusun Karang Pangsor, Desa Pamenang Barat, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Lombok Utara. Renovasi rumah Zohri hampir selesai, keramik juga sudah seluruhnya terpasang tinggal menyisakan pemasangan jendela serta keramik emper rumah.

Rumah Zohri saat ini masih berdiri kokoh, padahal rumah-rumah di sekitarnya pada tumbang diterjang gempa karena Lombok Utara merupakan wilayah yang paling dasyat terkena dampak gempa.

Di Desa Pamenang Barat sendiri jumlah korban jiwa mencapai 24 orang. Hampir seluruh bangunan rumah di desa ini juga porak poranda.

Bahkan sebuah bangunan masjid yang roboh dan videonya kini viral berada tak jauh dari rumah Zohri. Dalam insiden robohnya masjid, kerabatnya Zohri menjadi salah satu korbannya.

Tak hanya rumah Zohri yang kokoh, minimarket milik Zohri yakni Zohri Mart yang merupakan sebuah minimarket hasil sumbangan para donatur juga masih kokoh berdiri.

Terkait kejadian ini, Zohri beberapa kali menelpon Fazilah. "Saya minta dia fokus di pelatnas Asian Games, tidak usah pulang. Saya juga tidak menceritakan kondisi sesungguhnya biar dia tidak terganggu konsentrasinya," ujar Fazilah. 

Sekadar diketahui, gempa bumi berkuatan 7.0 SR mengguncang Lombok, NTB, pada Minggu 5 Agustus 2018. Lokasi gempa berada di titik 8.37 LS dan 116.48 BT, serta terjadi pada kedalaman 15 km. Tercatat 105 korban meninggal akibat gempa kali ini. (man)

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini