Tangkapan layar joget Tiktok tim pemulasaraan jenazah RSUD Blambangan, Banyuwangi di salah satu media sosial (foto:istimewa)

Video Tiktok Joget Petugas Antar Jenazah Banyuwangi Viral

Jawa Timur 21 April 2020 06:33 WIB

Beredar video enam orang yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap sedang berjoget Tiktok. Mereka tampak asyik berjoget dengan musik khas Tiktok. Belakangan diketahui mereka adalah tim pemulasaraan jenazah RSUD Blambangan. Joget Tiktok itu untuk menghilangkan perasaan takut terpapar Covid-19.

Mereka berjoget Tiktok sebelum melakukan pemakaman pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal Minggu, 19 April 2020. Mereka berjoget untuk menghilangkan rasa khawatir, stres dan perasaan takut terpapar Covid-19.

"Biar tidak stres dan menghilangkan rasa takut, saya dan kawan-kawan akhirnya berjoget Tiktok," kata salah seorang petugas pemulasaraan jenazah RSUD Blambangan, Agus Wahyudi, 31 tahun.

Warga Kelurahan Singonegaran ini menyatakan, sebenarnya dia dan teman-temannya juga was-was karena yang mereka makamkan adalah pasien PDP. Mereka juga takut terpapar virus ganas yang muncul pertama kali di kota Wuhan, Cina itu.

"Sudah menjadi tugas kami untuk melakukan pemulasaraan dan pemakaman jenazah. Kami tetap melaksanakan tugas ini dengan sabar dan ikhlas. Insya Allah semua baik-baik saja. Makanya untuk mengurangi rasa tegang kami melakukan joget Tiktok," jelasnya.

Ada dua video yang beradar luas di media sosial dan pesan berantai Whatsapp. Salah satu nya video berlatar soundtrack Spongebob yang sempat booming. Satu video lagi mereka berjoget bebas. Ada yang berjoget sambil berdiri, atau sambil duduk. Bahkan ada yang bergaya ala suster ngesot

Pria yang akrab dipanggil Yudi ini meminta masyarakat agar mematuhi arahan pemerintah untuk melakukan Social dan physical distancing, dan tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19, membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun.

"Mari kita sama-sama melawan virus Corona ini dengan mematuhi imbauan pemerintah. Jangan sampai ada korban lagi," pungkasnya.

Yudi menyebut, dia dan kawan-kawannya sudah tiga kali ini melakukan pemakaman  dengan protokol kesehatan sesuai dengan standar pemakaman pasien covid-19. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 22:45 WIB

Sanchez Sindir MU Setelah Dipermanenkan Inter Milan

Liga Italy

Alexis Sanchez merasa diterima dengan baik sejak awal di Inter

07 Aug 2020 22:25 WIB

Ganjar Lantik Sejumlah Pejabat Secara Virtual

Nusantara

Pelantikan dilakukan di tengah pandemi.

07 Aug 2020 22:11 WIB

Tempe H Farkhan Sejak 1969, Harganya Pernah 1 Ringgit di Jombang

Feature

Usaha tempe berusia 51 tahun di Jombang, Jawa Timur.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...