Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. (Foto: dok/antara)

Agama Jaga Pemilu jadi Damai, Bukan Sebaliknya

Politik 05 April 2019 07:14 WIB

Pengamat politik Ujang Komarudin mengingatkan agar peserta pemilu dan masyarakat jangan melakukan politisasi agama dengan menyebarkan kebencian, padahal agama merupakan keselamatan bagi seluruh umat manusia.

"Agama itu menjadi keselamatan untuk menjaga pemilu berjalan dengan damai. Maka, jangan gunakan agama dan simbol-simbolnya untuk menyebar kebencian, tuduhan, dan fitnah untuk tujuan politik," kata Ujang, di Jakarta, Kamis, 4 April 2019.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini pun menyayangkan masih adanya simbol agama yang digunakan untuk menyebar kebencian dan politik, seperti tidak adanya adzan, zikir, dan tahlil jika pasangan calon tertentu kalah atau menang di Pilpres 2019.

Adanya hoaks tersebut terjadi kepada kedua paslon, baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Masyarakat masih belum bisa membedakan mana fakta dan fiksi. Maka, dibutuhkan integritas peserta pemilu yang fokus dalam memaparkan visi dan misi, bukan justru ikut dalam permainan oknum tertentu yang ingin memecah persatuan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, ketika agama menjadi alat legitimasi maka terjadi polarisasi antara kedua kubu paslon.

"Ini pemilu tergaduh yang pernah saya lihat," ucap Ujang.

Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny Susetyo menambahkan, politisasi simbol agama tidak hanya di Indonesia.

Menurutnya, sekarang terjadi politik pembelahan, sehingga secara ideologis terjadi pemecahan. Bahkan, antar teman terjadi konflik gara-gara agama digunakan sebagai alat politik.

"Ini berbahaya. Yang penting sekarang, bagaimana media mencoba mengajak masyarakat untuk memiliki budaya kririts. Bagaimana media mendidik masyarakat tidak lagi menggunakan politisasi agama. Jangan diberi ruang politisasi simbol agama," katanya.(ant)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Jul 2020 15:55 WIB

Jokowi Minta Capaja TNI-Polri Melek Teknologi

Nasional

Dunia berubah dengan cepat ditandai dengan disrupsi teknologi yang telah

08 Jul 2020 10:40 WIB

Gugatan Rachmawati Menang di MA, Pakar: Tak Mempengaruhi Presiden

Nasional

Gugatan tersebut tak berpengaruh pada hasi Pilpres 2019.

08 Jul 2020 10:40 WIB

Presiden Beli Sapi untuk Kurban, Berat 1 Ton, Harganya Rp 90 Juta

Nasional

Beli dari peternak Bantul, melalui seleksi ketat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...