Mendiang penyair WS Rendra, yang dikenal dengan julukan Si Burung Merak. (Foto: Dok. Bengkel Teater)

Adi Kurdi Satu Area Makam dengan Mbah Surip dan WS Rendra

Human Interest 09 May 2020 09:15 WIB

Aktor gaek Adi Kurdi meninggal dunia, pada Jumat 8 Mei 2020 pukul 11.31 WIB. Tokoh Abah dalam sinetron Keluarga Cemara itu meninggal di usia 71 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur.

Jenazah Adi Kurdi dimakamkan di Bengkel Teater Rendra di Jalan Cipayung Jaya No 55, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu 9 Mei, usai digelar Misa Requiem atau Misa Arwah yakni misa kudus bagi kedamaian kekal jiwa dari orang yang telah meninggal dunia.

Area pemakaman di Bengkel Teater Rendra ini memang sengaja dibuat penyair WS Rendra untuk para seniman yang wafat. Selain penyanyi Mbah Surip yang terkenal berkat lagu I Love You Full pada 4 Agustus 2009, beberapa seniman yang dimakamkan di kompleks tersebut antara lain, aktris Bengkel Teater Ria Rumondang Pardede dan perupa Semsar Siahaan.

Dalam kompleks makam seluas 100 meter tersebut, berbentuk seperti undak-undakan atau tangga. Jika makam Mbah Surip berada di tangga pertama, maka makam WS Rendra berada satu tingkat di atasnya.

WS Rendra meninggal hanya berselang dua hari dari Mbah Surip. Penyair yang dijuluki "Si Burung Merak" itu menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Depok. Dia meninggal dalam usia 73 tahun. Menurut salah satu anaknya, Maryam Supraba, WS Rendra meninggal karena penyakit jantung.

Pemilik nama asli Willibrordus Surendra Broto lahir di Solo pada 7 November 1935, terlahir sebagai Katolik dari pasangan R Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo, seorang guru dan Raden Ayu Catharina Ismadillah, penari serimpi di keraton Surakarta.

Bakatnya di bidang sastra sudah terlihat sejak beliau duduk di bangku SMP lewat kemampuannya menulis puisi, cerita pendek dan drama dalam berbagai kegiatan sekolahnya. Kaki Palsu adalah drama pertamanya yang dipentaskan ketika ia masih duduk di SMP dan Orang-orang di Tikungan Jalan adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan.

Syair, puisi, adalah nafas Rendra, dia tak pernah berhenti berkarya. Rendra juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival Of the Arts (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995).

Tahun 1967, Rendra kemudian mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta. Ia kemudian juga membangun Bengkel Teater Rendra di Depok, yang masih eksis hingga saat ini.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 14:40 WIB

Anemia Sebabkan Risiko Kematian Tertinggi Pasien Covid-19

Kesehatan

Karena, Anemia mempengaruhi daya tahan tubuh.

18 Sep 2020 14:20 WIB

Pelanggar Protokol di Kota Malang Terbanyak, ini Kata Walikota

Jawa Timur

Kota Malang peringkat pertama pelanggar protokol kesehatan.

18 Sep 2020 14:05 WIB

Ditilang Karena Tak Bermasker Dalam Mobil, Ini Kata Jubir Satgas

Nasional

Penggunaan masker dalam mobil tetap diharuskan karena berada di luar rumah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...