Tradisi berbuka bersama ribuan warga di Masjid Istiqlal seperti foto di atas sekarang tidak ada lagi. (Asmani/Ngopibareng.id)

Terlanjur Datang, Ternyata Istiqlal Hapus Tradisi Buka Puasa

Nasional 25 April 2020 09:03 WIB

Tradisi buka puasa dengan ribuan warga di Masjid Istqlal Jakarta, selama pandemi COVID-19 alias virus Corona dihapus. Sejumlah warga yang terlanjur datang di Masjid simbol kebanggaan umat Islam Indonesia, harus kembali pulang dengan kecewa.

Di depan gerbang menuju masjid terdapat tulisan pemberitahuan dari pengelola Madjid Istiqlal bahwa pada bulan Puasa 1441 Hijriyah / 2020 Masehi, Masjid Istiqlal tidak menyediakan takjil untuk berbuka.

Selain tidak ada buka puasa, masjid terbesar di Asia Tenggara ini selama tanggap darurat Covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga tidak menyelenggarakan shalat Jumat, Shalat Terawih, bahkan sampai Shalat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H juga ditiadakan.

Kepala Protokol dan Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah mengatakan, banyak dermawan yang ingin beramal untuk buka puasa bersama, yang menjadi tradisi Masjid Istiqlal setiap puasa Ramadhan.

Tradisi berbuka bersama  ribuan warga di Masjid Istiqlal seperti foto di atas sekarang tidak  ada lagi  AsmaniNgopibarengidTradisi berbuka bersama ribuan warga di Masjid Istiqlal seperti foto di atas sekarang tidak ada lagi. (Asmani/Ngopibareng.id)

"Tapi untuk bulan Puasa kali ini ditiadakan, sesuai dengan peraturan pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona, serta diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB)," kata Hurairah kepada Ngopibareng.id, Sabtu 25 April 2020.

Abu Hurairah mengenang buka puasa bersama tahun lalu. Setiap hari yang ikut berbuka 3000 sampai 5000 orang, bahkan terkadang lebih.

"Tidak pakai diseleksi yang ikut berbuka itu berpuasa atau tidak, itu urusan mereka masing-masing. Mereka datang kita beri satu paket untuk berbuka," ujar Hurairah.

Paket berbuka puasa itu berupa nasi kotak, buah dan air mineral hitungannya diberikan perkepala. "Misalkan yang ikut berbuka itu istri, suami dan tiga anak, ya kita beri lima paket. Dewasa dan anak-anak ukur jatahnya sama saja, dan tidak pernah sampai kurang," tuturnya.

Untuk melayani peserta berbuka yang jumlahnya mencapai ribuan, Masjid Istiqlal dibantu oleh relawan dari lembaga pendidikan yang dikelola Masjid Istiqlal.

Masjid Istiqlal tidak akan menggelar aktivitas keagamaan lain pada Ramadhan selama pandemi Covid-19.  Namun, Istiqlal tetap melaksanakan kegiatan tausiah dan menyiarkannya melalui televisi dan radio. 

"Kehadiran program siaran tersebut untuk menggantikan kegiatan pada Ramadan yang kini tidak bisa dilakukan secara langsung di lokasi karena pandemi Covid-19." kata Hurairah.

Selain itu masyarakat juga diimbau untuk tidak melaksanakan kegiataan keagamaan apapun di tempat ibadah dan menggantikannya dengan beribadah dari rumah masing-masing.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 07:26 WIB

Menara Eiffel Diancam Bom, Begini Evakuasi Polisi pada Turis

Internasional

Teror bom dari penelepon misterius

24 Sep 2020 07:17 WIB

NU Harus Mulai Program Ekonomi, Wapres: Manfaatkan Teknologi

Khazanah

Revolusi Teknologi tak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan

24 Sep 2020 07:01 WIB

Tunda Gelar Muktamar Ke-34, Ini Agenda Resmi PBNU

Khazanah

Keputusan Konbes Nahdlatul Ulama secara daring

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...