Ada LCCT Pertama Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta 

02 May 2019 07:28 Gerak Wisata

Ada LCCT pertama di Indonesia. LCCT itu adalah Low Cost Carrier Terminal. Ini sejarah baru yang harus disambut.

Persisnya Rabu, 1 Mei 2019, persis di May Day dunia itu, PT Angkasa Pura (AP) II resmi membuka Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta sebagai LCCT. Dan ini memang yang pertama di Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi orang yang paling happy dengan hadirnya LCCT ini. Apalagi LCCT di terminal 2F khusus melayani penerbangan internasional.

Pembukaan terminal maskapai berbiaya rendah ini diharapkan mempermudah dan mampu menarik minat wisman datang ke Indonesia.

Menurut Menpar, Dengan pembukaan ini dapat dipastikan laju pariwisata Indonesia akan semakin kencang. Karena sebagian besar wisman yang datang ke Indonesia adalah melalui jalur udara. Apalagi tren pertumbuhan Low Cost Carriers (LCC) dunia sangat tinggi.

"Nah airlines itu ada dua besar, satu full service carrier, seperti Garuda, SQ (Singapore Airline), lalu ada low cost carrier (LCC) seperti Air Asia, Lion. Yang full service carrier hanya tumbuh 5%, yang LCC tumbuhnya lebih dari 20%. Jadi LCCT bukan kebutuhan pariwisata, tapi keniscayaan Indonesia," lanjut Menpar.

Sementara itu, Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, mengatakan, pembukaan LCCT di terminal 2F menjadi komitmen AP II untuk berperan aktif dalam meningkatkan pariwisata di Indonesia.

“Dengan adanya LCCT, Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah melengkapi dan meningkatkan konektivitas dan memperluas keterjangkauan perjalanan berwisata ke Indonesia," kata Awaluddin.

LCC Terminal 2F sendiri merupakan bagian dari revitalisasi menyeluruh di Terminal 2. Saat ini Terminal 2 berkapasitas 9 juta penumpang per tahun. Setelah revitalisasi usai pada 2022, maka kapasitas akan bertambah menjadi 24 juta penumpang per tahun.

"Dengan dioperasikannya LCC Terminal 2F semakin memperluas konektivitas dan pangsa pasar Bandara Soekarno - Hatta. Khususnya di segmen penerbangan berbiaya murah yang saat ini tumbuh sangat tinggi," tutup Awaluddin. (*)

Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini