Pesawat Bombardier milik Garuda, dan mantan Dirut Emirsyah Satar (inzet). (Foto:Istimewa)
Pesawat Bombardier milik Garuda, dan mantan Dirut Emirsyah Satar (inzet). (Foto:Istimewa)

Ada Korupsi di Garuda Saat Membeli Pesawat Bombardier

Ngopibareng.id Korupsi 06 November 2020 13:34 WIB

Lembaga asal Inggris, Serious Fraud Office, mengumumkan akan memulai investigasi terhadap kasus yang melibatkan Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar. Ditengarai korupsi dilakukan saat garuda membeli pesawat berbadan ramping, Bombardier.

Menteri BUMN Erick Thohir mendukung investigasi tersebut, untuk mengungkap kasus korupsi yang melibatkan Garuda Indonesia dan produsen pesawat internasional Bombardier.

"Kementerian BUMN sangat mendukung untuk penindaklanjutan masalah hukum di Garuda karena ini merupakan bagian dari good corporate governance dan transparasi yang dijalankan sejak awal kami menjabat dan sesuai dengan program transformasi BUMN," kata Erick Thohir di Jakarta, Jumat.

Menurut Erick Thohir, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum KPK, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kejaksaan, dalam penanganan kasus Garuda ini.

"Kementerian Hukum dan HAM membantu kami dalam melakukan revisi kontrak melalui mutual legal assistance," kata Erick Thohir.

Sebelumnya lembaga Serious Fraud Office asal Inggris mengumumkan telah memulai investigasi terkait kasus korupsi yang melibatkan maskapai Garuda Indonesia dan produsen pesawat Bombardier.

Sedangkan Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar yang terlibat dalam kasus itu telah dituntut 12 tahun penjara ditambah denda Rp10 miliar subsider 8 bulan kurungan, karena dinilai terbukti menerima suap senilai sekitar Rp49,3 miliar dan pencucian uang senilai sekitar Rp87,464 miliar.

Dalam dakwaan pertama Emirsyah Satar selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia tahun 2005-2014 didakwa bersama-sama dengan Hadinoto Soedigno dan Capt Agus Wahyudo menerima uang dengan jumlah keseluruhan Rp8,859 miliar, 884.200 dolar AS, 1.020.975 euro, dan 1.189.208 dolar Singapura.

Uang suap berasal dari Airbus SAS, Roll-Royce Plc, dan Avions de Transport regional (ATR), serta Bombardier Canada, melalui Hollingsworld Management International Ltd Hong Kong dan Summberville Pacific Inc.

Suap itu salah satunya berkaitan dengan penerimaan uang atas pengadaan pesawat Sub-100 seater Canadian Regional Jet 1.000 Next Generation (CRJ1.000NG) dari Bombardier Aerospace Commercial Aircraft (selanjutnya disebut Bombardier) melalui Hollingworth Management International (HMI) dan Summerville Pasific Inc. (ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Jan 2021 10:05 WIB

Terima Kasih, Tom Dumoulin!

Gowes Bareng

Team Jumbo-Visma mengumumkan Tom Dumoulin menjadi pemimpin tim ini.

25 Jan 2021 09:30 WIB

Petirtaan Sumber Beji Sungguh Istimewa

Jejak Peradaban

Sistem saluran air di pentirtaan ini menggunakan sistem penyaringan.

25 Jan 2021 09:17 WIB

Lelucon di Masa Pandemi, Orang Eropa Lahir di Afrika

Humor Sufi

Selalu ada jalan pelepasan bagi ketegangan

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...