Nastar legit Cap Ratu, Kalau di warung kopi plesetannya pasti cap ratuku. foto:istimewa/nurhadisucahyo

Ada Dua Stoples Ditinggal di Teras Rumah

14 Jun 2018 09:07

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Ada dua stoples ditinggal di teras rumah. Saya menemukannya ketika pulang. Kue khas Lebaran, nastar, ada di salah satu stoplesnya. Setelah memastikan kue ini memang ditujukan untuk saya, acara cicip-cicip dimulai.

Sebagai info saja (bukan promosi), merk nya Ratu. Ada beberapa jenis kue lain yang punya merk sama.

Yang cukup mengherankan adalah kenyataan bahwa nastar lebih mudah ditemui di saat Lebaran. Maksud saya, cukup susah mencarinya di hari biasa. Kenapa? Apakah kue seenak ini hanya boleh dimakan setahun sekali?

Kalau saya kenal pembuat kue nastar cap Ratu ini, saya tentu akan kasih masukan agar produknya dijual setiap saat. Terlalu enak, legit dan lembut, eman-eman jika dinikmati setahun sekali.

Apalagi pengalaman nastar yang umum bagi Anda?

Saya bisa tebak, pasti kesulitan menemukan ujung isolasi bening yang mengikat tutup stoplesnya. Jangan malu, menurut statistik tidak resmi (alias angka ditulis semaunya), sekitar 93,7 persen pemegang stoples nastar mengaku kesulitas membuka tutupnya, karena tidak menemukan ujung isolasi itu. Sedangkan 6,3 persen pemegang stoples sisanya mengaku memilih menyerahkan stoples itu kepada 93,7 persen pemegang stoples yang kesulitan mencari ujung isolasi.

Sebaiknya dibuat semacam petunjuk, agar produsen nastar mengganti isolasi bening tipis dan super lengket, dengan produk warna hitam dan ujungnya diberi tanda panah dan tulisan: tarik disini.

Anehnya, nastar cap Ratu ini cukup mudah saya temukan ujung isolasinya. Sehingga dengan mudah pula saya bisa mencicipi rasanya. Tanpa bermaksud promosi (sebagai info saja), nastar cap Ratu ini menurut saya lebih nikmat dari produk sejenis yang ada di pasaran menjelang Lebaran.

Tapi, puasa tinggal sehari lagi. Tentu tak banyak waktu memesan nastar ke Ratu. Karena itu, Anda harus percaya ini bukan promosi. Kalau promo, tentu saya menulisnya sejak awal Ramadhan lalu.

Saya cuma ingin kita punya kepercayaan baru, bahwa nastar berhak kita makan di luar waktu Lebaran. Sampaikan kepada Ratu, aspirasi ini. Bagaimanapun, nastar atau produk kue nikmat lain dari Ratu seharusnya bisa kita nikmati bersama teh sore di bulan Suro, Sapar, Mulud, Bakda Mulut, Jumadilawal, Jumadilakhir, Ruwah, dan seluruh bulan lain di luar Pasa.

Bagaimana cara kita kasih masukan ke Ratu? Nah itu baru saya pikirkan. Apakah lewat change.com atau perlu referendum. Sementara ini, pesan dulu saja kue-kue nikmat ini lewat IG faridaainia atau 081225967419. (Sekali lagi, saya yakin ini bukan iklan, besok sudah lebaran dan selamat bernastar ria).