971 Rumah Rusak Parah Akibat Gempa 7,2 SR di Maluku Utara

15 Jul 2019 20:43 Timur Indonesia

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku mengeluarkan data terbaru korban gempa 7,2 SR yang mengguncang wilayah Labuha, Halmahera Selatan. Hingga Senin, 15 Juli 2109 pukul 20.45, rumah yang rusak mencapai 971 unit.

"Sampai saat ini data yang kami terima itu jumlah rumah yang rusak mencapai 971 unit," kata Sekretaris BPBD Maluku Utara Ali Yau, Senin, 15 Juli 2019.

Ratusan rumah warga yang terdampak gempa tersebut seluruhnya mengalami kerusakan parah. Kerusakan terparah terjadi di Desa Gane Luar tercatat ada 380 rumah warga yang rusak berat, kemudian di Desa Ranga-Ranga 300 rumah, Desa Lemo 131 rumah dan Desa Tomara 90 rumah.

Kemudian, ada enam gedung sekolah dan tiga rumah ibadah yang rusak parah, fasilitas kesehatan berupa satu unit poliklinik desa dan Bank Bumdesa juga rusak parah.

Di Desa Ranga-Ranga, ada dua sekolah dan satu gereja yang rusak parah. Sementara di Desa Gane Luar ada satu masjid dan tiga sekolah yang rusak parah. Selanjutnya satu gedung sekolah dan poliklinik desa di Desa Lemo-Lemo juga rusak parah.

Akibat Gempa Maluku Utara Fasilitas lainnya yang juga mengalami kerusakan di Desa Lemo-Lemo yakni satu tempat pengajian, rumah guru, dan bangunan PAUD.

Gempa juga ikut merusak dua jembatan dan fasilitas pelabuhan di Halmahera Selatan. Saat ini dampak kerusakan disebabkan gempa di beberapa kecamatan belum dapat didata, seperti di Kecamatan Gane Barat dan Gane Timur.

"Ada beberapa wilayah yang belum bisa didata, karena medan cukup berat. Sehingga, ini masih data sementara dan masih bisa bertambah lagi," kata Ali.

Ali menambahkan, terkait bencana tersebut, pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah menetapkan tanggap darurat bencana selama tujug hari.

Data pengungsi hingga saat ini ada 1.104 pengungsi yang tersebar di Kota Labuha, dan ribuan lainnya tersebar di sejumlah kecamatan di Halmahera Selatan.

Sementara untuk data korban tewas tercatat hingga saat ini mencapai 3 orang, yakni Aspar Mukmat, 20 tahun, warga Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Timur Selatan, Aisyah, 51 tahun, warga Desa Ranga-Ranga Kecamatan Gane Barat, dan Segaf Girato, warga Yomen Kecamatan Joronga.

Diberitakan sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,2 mengguncang wilayah Labuha pada pukul 18.10 WIT. Episentrum gempa tersebut berada pada titik koordinat 0.59 Lintang Selatan dan 128.06 Bujur Barat atau berjarak 62 km Timur Laut Labuha, Maluku Utara. Adapun gempa tersebut berada pada kedalaman 10 mk dibawa permukaan laut. (wit/ant)