Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili ketika bersama Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan. (Foto: Dok/Ngopibareng.id)

9 Maklumat Mursyid Syadziliyah di Masa Pandemi Corona

Khazanah 27 March 2020 07:31 WIB

Para ulama berpesan dalam kondisi pandemi Covid-19 alias Virus Corona saat ini, umat Islam diimbau untuk tetap menjaga kesehatan. Hal itu bagian dari nilai ajaran hifdun nafs, menjaga keselamatan jiwa.

Seorang ulama, Mursyid Tarekat sekaligus dokter ahli bedah, al-Murobbiy Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri memberi arahan medis menghadapi Virus Corona. Disampaikan Ust. Dr. Hilma Rosyida Ahmad (murid Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili) berikut ini.

Sebagai seorang dokter, Maulana Syekh Yusri Rusydi hafizhahullah menyampaikan bahwa Virus Corona yang melanda dunia, disebabkan perbuatan seseorang yang jahat, yang Allah SWT ketahui. Karena produksi obat-obatan sekarang merupakan perdagangan, bahkan ada obat sekali minum saja ada yang seharga 70 ribu dollar, bagaimana kalau mengkonsumsinya selama sebulan, seakan obat-obatan hanya untuk orang-orang kaya.

Dan janganlah khawatir karena rencana buruk akan kembali pada mereka yang berbuat, sementara kita tidak punya pilihan kecuali menghadapi bahaya ini, dengan:

1. Tidak berlebihan menggunakan obat-obat pembersih seperti alkohol, detol dan sebagainya.

Karena obat-obat itu bisa memusnahkan bakteri2 baik yang bermanfaat menjaga kita dari bakteri-bakteri jahat. Bakteri baik itulah yang menjadi pertahanan pertama dalam tubuh kita.

Sebagai seorang dokter aku tidak pernah memasukkan detol ke rumahku, juga tidak pernah membeli alkohol. Cukup dengan menggunakan air secukupnya.

Apabila kamu berwudhu biasa dan mencuci tanganmu yang kamu lakukan 5 kali dalam sehari maka kamu aman.

Apabila ditambah dengan sabun sebelum dan sesudah makan; maka itu lebih dari cukup.

Karena air tidak membunuh bakteri baik. Sementara obat-obat pembersih membunuh bakteri yang baik dan yang buruk, sehingga tanganmu tanpa pasukan penjaga.

Ketahuilah, bahwa semua organ tubuhmu ada dihuni bakteri... sampai kotoran (tahi) terdiri dari 70% bakteri, 10% sel mati & 20% adalah sisa makanan, menunjukkan bahwa kita dijaga Allah SWT dengan begitu banyak pasukan.

Jadi tidak perlu menggunakan obat-obat pembersih, seperti juga tidak usah pakai obat kumur-kumur karena itu bisa merusak kerongkongan.

Cukup bersiwak atau sikat gigi, membersihkan sisa makanan setelah makan seperti takhlil (membuang sisa makanan yang menyangkut antara gigi dengan benang dll) seperti yang diajarkan Sayyiduna Rasulullah SAW.

2. Yang mengurung diri hanyalah mereka yang sakit, yang sehat silahkan beraktivitas seperti biasa.

3. Tidak perlu ketakutan, atau saling menakuti.

4. Virus tidak hidup kecuali pada suatu yang hidup.

Virus tidak mematikan kecuali pada seseorang yang punya penyakit lain. Dan virus itu hanya hidup selama 5 hari.

5. Jadi bagi yang merasa letih atau panas

Maka beristirahatlah, dan menjauh dari orang lain dan meninggalkan ciuman. Jangan menggunakan alat makan/minum bersama-sama, tapi gunakanlah alat pribadi, dan itulah yang mestinya kita lakukan sepanjang waktu.

6. Ini hanya sementara,

InsyaAllah akan hilang. Ketika udara panas, virus akan mati.

7. Umat Islam tidak takut mati

Mereka hanya berhati-hati dan berharap husnul khatimah. Yaitu mati dalam Islam.

Orang kafir saja yang ketakutan, tapi kamu juga jangan menjadi sebab kemudharatan bagi mereka.

8. Perbanyak konsumsi cairan terutama yang panas

Seperti yansun, helbah, lemon, vitamin C, mawalih (asinan mungkin), bisa juga degan 1 sendok habbah barakah di pagi hari.

9. Berolahraga dan bergerak

Tinggalkan bermalasan; Muslim yang kuat lebih baik dari Muslim yang lemah.

Sumber : Khutbah Syaikh Yusri dari WAG Kopisoda.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 01:00 WIB

Sejarah Baru, Pilwalkot Semarang Diikuti Calon Tunggal

Pilkada

Pilwalkot Semarang akan diikuti calon tunggal untuk pertama kalinya.

24 Sep 2020 00:43 WIB

Penangguhan Penahanan, Vicky Prasetyo Bayar Jaminan Rp200 Juta

Gosip Artis

Kebebasan Vicky Prasetyo tidak gratis. Dia bayar uang jaminan Rp200 juta.

24 Sep 2020 00:14 WIB

Masker Kain Standar SNI untuk Lawan Covid-19

Nasional

Masker kain untuk lawan Covid-19 harus berstandar SNI.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...