Pemilik Travel Abu Tour, Muhammad Hamsah Mamba (tengah) memberikan keterangan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Provinsi Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 20 Maret 2018). Dalam pertemuan tersebut terungkap hasil investigasi tim Kementerian Agama, sebanyak 86.720 ribu jamaah umroh se Indonesia belum bisa diberangkatkan ke tanah suci, dengan nilai kerugian secara total mencapai Rp. 1,2 triliun lebih. (Foto: Antara)
Pemilik Travel Abu Tour, Muhammad Hamsah Mamba (tengah) memberikan keterangan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Provinsi Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 20 Maret 2018). Dalam pertemuan tersebut terungkap hasil investigasi tim Kementerian Agama, sebanyak 86.720 ribu jamaah umroh se Indonesia belum bisa diberangkatkan ke tanah suci, dengan nilai kerugian secara total mencapai Rp. 1,2 triliun lebih. (Foto: Antara)

86.720 Ribu Jamaah Umroh Gagal Berangkat karena Abu Tour

Ngopibareng.id Nasional 23 March 2018 10:41 WIB

Tim penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan melakukan penggeledahan di semua kantor milik biro perjalanan haji dan umrah Abu Tour untuk mencari bukti-bukti terkait tidak diberangkatkannya ribuan jamaah umrah.

"Sejak pagi anggota sudah menyebar ke beberapa kantor-kantor milik Abu Tour, ada yang ke kantor pusat dan kantor unit-unitnya," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan, penggeledahan yang dilakukan oleh anggota untuk mencari berkas-berkas maupun dokumen serta bukti penguat lainnya terkait ribuan jamaah yang tidak mendapatkan kepastian pemberangkatan tersebut.

Dicky juga mengaku jika kasus yang ditangani Polda Sulsel ini mendapat perhatian terlebih setelah manajemen Abu Tour menyatakan ketidaksanggupannya dalam memberangkatkan ribuan jamaah dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia.

Sebelumnya, pada akhir Januari 2018, tim Direktorat Jenderal Haji dan Umrah Kementerian Agama melakukan audit terhadap biro perjalanan haji dan umrah Abu Tour untuk mengetahui keuangannya.

Dicky juga mengaku hasil audit investigasi dari Ditjen Kemenag itu juga akan menjadi saksi ahli bagi penyidik dalam memproses kasus biro perjalanan haji dan umrah Abu Tour.

Audit investigasi yang dilakukan oleh Ditjen Haji dan Umrah Kemenag setelah adanya polemik yang berkembang di masyarakat jika terjadi penundaan-penundaan keberangkatan jamaah ke Mekkah, Arab Saudi.

Mantan Direktur Sabhara Polda Kepri itu menyebutkan, pemeriksaan dilakukan berdasarkan pada laporan polisi (LP) dari seorang jamaah Abu Tour yang melaporkan adanya kejanggalan dalam pemberangkatan tersebut.

"Untuk kasus Abu Tour ini, yang melapor belum banyak tidak seperti dengan kasus First Travel. Tapi kami sudah lakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dulu. Nanti juga kami lihat perkembangannya, sesuai dengan penjelasan dari pihak Abu Tour yang akan memberangkatkan bulan depan," jelasnya. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Oct 2020 11:24 WIB

Indonesia Berharap Masuk Daftar Negara Yang Warganya Bisa Umrah

Nasional

Indonesia minta pada Arab Saudi agar masuk daftar negara yang bisa umrah.

25 Jul 2020 21:35 WIB

Pemuda Asal Banyuwangi Berangkat Umroh Karena Bungkus Semen

Jawa Timur

Pemuda ini mengumpulkan 2.500 bungkus semen.

01 Jul 2020 11:05 WIB

13 Aturan untuk Haji dan Umroh Tahun ini

Internasional

Kerajaan Arab Saudi akan buka ibadah Haji dan Umroh

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...