Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (Foto:Reuters)

85 Orang Meninggal, Jepang akan Umumkan Keadaan Darurat

Internasional 06 April 2020 09:29 WIB

Jepang bersiap keadaan darurat akibat COVID-19, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengumumkannya.

Surat kabar Yomiuri melaporkan saat jumlah infeksi melewati angka 1.000 di ibu kota, Tokyo. Lebih dari 3.500 orang dinyatakan terinfeksi dan 85 meninggal akibat corona di Jepang, menurut NHK, media siaran publik.

Abe mungkin akan mengumumkan rencananya untuk mendeklarasikan keadaan darurat pada hari ini, kata surat kabar itu.

Tekanan terhadap pemerintah meningkat untuk melakukan aksi saat laju corona--sementara lambat dibandingkan dengan negara-negara yang terjangkit lebih buruk di seluruh dunia-- terus berakselerasi.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengisyaratkan pekan lalu bahwa dia akan mendukung deklarasi keadaan darurat sebagai jalan membantunya mendesak warga untuk langkah-langkah yang lebih kuat menjaga jarak sosial.

Di bawah sebuah undang-undang yang direvisi pada Maret untuk mencakup corona, perdana menteri dapat mengumumkan keadaan darurat jika penyakit itu mendatangkan "bahaya serius" bagi jiwa dan jika penyebarannya yang cepat dapat berdampak besar pada perekonomian. Corona telah meningkatkan risiko resesi Jepang.

Langkah itu akan memberikan otoritas legal kepada para gubernur di wilayah yang parah dilanda corona untuk meminta warga tinggal di rumah dan menutup usaha, namun bukan untuk memberlakukan sejenis karantina wilayah yang terlihat di negara-negara lain. Dalam kebanyakan kasus, tak ada hukuman karena mengabaikan permintaan tinggal di rumah meskipun kepatuhan publik mungkin akan meningkat dengan deklarasi keadaan darurat.

Lebih dari 3.500 orang dinyatakan terinfeksi dan 85 meninggal akibat corona di Jepang, menurut NHK, media siaran publik.

Sementara jumlah itu rendah dibandingkan dengan 335.000 infeksi dan lebih dari 9,500 kematian di AS, para ahli khawatir atas lonjakan mendadak yang dapat membebani secara berlebihan sistem kesehatan dan membuat para pasien tak tahu harus pergi ke mana. (ant/rtr)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 12:10 WIB

Protes Dua Hari, Thailand Tuntut Perdana Menteri Mundur

Internasional

Thailand diterpa gelombang protes sejak dua bulan terakhir.

20 Sep 2020 03:48 WIB

Roche Klaim Actemra Efektif Obati Covid-19

Internasional

Klaim dikeluarkan lewat siaran pers selama sepekan terakhir.

20 Sep 2020 01:30 WIB

Indonesia dan Prancis Pecahkan Rekor Baru Covid-19

Internasional

Indonesia rekor kasus harian, Prancis catat kasus kematian tertinggi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...