Gus Mus mengoleskan cat di kanvas bersama Kartika Afandi, Nasirun dan Joko Pekik di acara 75 Tahun Gus Mus. (Foto Arif Afandi/ngopibareng.id)

75 Tahun Gus Mus Dirayakan di Klenteng Sam Po Kong

Reportase 14 August 2019 21:18 WIB

Ini istimewanya KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus. Kiai yang juga dikenal sebagai seniman ini mendapat persembahan dari para sahabat dan santrinya di usianya ke 75 tahun, Rabo (14/8/2019). Tempat perayaannya pun istimewa. Di Klenteng Sam Po Kong, Semarang.

Sejumlah tokoh nasional, tokoh lintas agama, dan para seniman hadir ikut merayakan 75 tahun Gus Mus. Mulai dari Menteri Kelautan Susi Pujiastuti, Gubernur Ganjar Pranowo, dan mantan Ketua Mahkmah Konstitusi Mahfud MD.

Ibu negara Ny Shinta Nuriah Gus Dur juga hadir bersama putri-putrinya. Tampak juga bos Garuda Food Group Sudamek Agung Waspodo, Romo Muji Sutrisno, Romo Beni Sutrisno, dan penyair Zawawi Imron serta Sutarji Calzoum Bachri.

 seniman kondang dari Jogjakarta ikut memberi persembahan khusus untuk Gus Mus. Mereka adalah Joko Pekik, Nasirun, dan Kartika Afandi. Para seniman lukis ini mempersembahkan kepada Gus Mus dengan melukis bersama.

Mahfudz MD menyebut Gus Mus sebagai tokoh yang terbuka. Tokoh Islam yang diterima semua kalangan dan menerima semua kalangan. "Gus Mus adalah contoh tokoh Muslim yang melaksanakan Islam swcara subtansi," katanya.

Bahkan, dia menyebut Gus Mus sebagai perwujudan dari Indonesia bersyariah. Beliau menjalankan ajaran-ajaran Islam tanpa harus menyebu dirinya menjalankan syariah. "Orang yang berteriak Indonesia bersyariah itu sama dengan di pasar ikan memasang papan kami menjual ikan," tambah Mahfudz.

Gus Mus berterima kepada sahabat dan santri yang menggelar perayaan 75 tahunnya. "Ini yang menamakan santri dan sahabat saya membikin acara ulang tahun saya. Padahal saya sendiri tdk tahu kapan lahir saya," katanya disambut gerrr ribuan hadirin.

Yang membuat haru, Gus Mus mengundang satu-satunya gurunya di Sekolah Rakyat. Namanya Pak Rifai. "Banyak yang tidak tahu bahwa saya tidak pernah sekolah formal. Kecuali sekolah rakyat dan tsanawiyah kelas satu drop out," katanya bercerita.

Karena itu, lanjut Gus Mus, ia mengaku menjadikan orang yang dikenalnya sebagai guru. Meski ia tahu mereka semua punya kekurangan dan kelebihan.

"Tapi saya tidak peduli dengan kekurangannya. Kekurangan mereka tal ada manfaat bagi saya. Karena itu, saya hanya melihat kelebihan mereka dan menganggapnya sebagai guru," tuturnya.

Gus Mus juga mengaku mempunyai twitter, facebook, dan instagram. Selain untuk bersikturahmi, semua medsos itu ia gunakan sebagai guru. Karena dari medsos itu ia memperoleh banyak ilmu pengetahuan. 

Penulis : Arif Afandi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Jun 2020 06:17 WIB

Ghuluw Mendera Umat, Ini Pesan Gus Mus dan Prof Quraish Shihab

Islam Sehari-hari

"Jangan melampaui batas", "Jangan Berlebih-lebihan".

13 Jun 2020 04:19 WIB

Apa Beda Kiai, Guru dan Dosen? Penjelasan Ini Cukup Mengejutkan

Khazanah

Pesantren melebih institusi pendidikan umum dan pendidikan Islam lain

09 Jun 2020 06:12 WIB

Ketika Membaca “Iyya kanasta’iin” 11 Kali, Doa Mustajab Gus Mus

Khazanah

Catatan Halal Bihalal Virtual jamaah Ngaji Ihya, KH Ulil Abshar

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...