7 Hal Penting Visi Indonesia, Pidato Jokowi Presiden Terpilih

14 Jul 2019 22:35 Politik

Joko Widodo menyampaikan pidato pertamanya setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Pidato Jokowi disampaikan dalam acara Visi Indonesia yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Bogor pada Minggu 14 Juli 2019.

Sebelum pidato dibacakan, terlihat Jokowi naik ke atas panggung bersama istrinya, Iriana Widodo. Kiai Ma'ruf Amin pun naik ke atas panggung didampingi istrinya, Wury Estu Handayani.

Jokowi tampil dengan kemeja putih yang menjadi ciri khasnya. Sedangkan Ma'ruf mengenakan kemeja dengan sarung.

Berikut poin-poin penting pidato Presiden terpilih Joko Widodo:

1. Jadi Oposisi Tanpa Dendam dan Kebencian

Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan, dalam demokrasi, mendukung calon presiden dengan mati-matian itu dibolehkan. Begitu juga dengan kehadiran oposisi. Siapa pun boleh menjadi oposisi, sebab menurut Jokowi hal itu baik untuk demokrasi.

"Menjadi oposisi juga sangat mulia, silakan ingin jadi oposisi," kata Jokowi. "Asal jangan oposisi yang menimbulkan dendam, asal jangan oposisi yang menimbulkan kebencian, apalagi disertai hinaan, cacian, makian-makian".

Jokowi menilai hal itu tidak dapat dilakukan karena bangsa Indonesia memiliki norma agama, etika, dan tata krama. Bangsa Indonesia juga memiliki tata budaya yang luhur.

"Kita harus ingat ini. Pancasila adalah rumah kita bersama. Bersama kita sebagai saudara sebangsa setanah air," ucapnya.


2. Tak Ada Toleransi Sedikit pun bagi Pengganggu Pancasila

Joko Widodo menegaskan, tidak ada toleransi bagi mereka yang berupaya mengganggu Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

"Kita ini memiliki norma agama, etika, dan tata krama ketimuran. Kita punya budaya yang luhur. Kita harus ingat ini, Pancasila adalah rumah bersama sebagai saudara se-bangsa dan se-Tanah Air," ujarnya.

"Tidak ada toleransi sedikitpun bagi yang mengganggu Pancasila," tegas Jokowi.

Ke depan, kata Jokowi, tidak ada lagi yang mempermasalahkan Pancasila, tidak ada lagi orang Indonesia yang tak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika.

"Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan, tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain dan etnis lain," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, untuk mencetak manusia yang unggul ke depan, Pemerintah akan menjaga betul kesehatan anak-anak sekolah. Pemerintah juga harus menjami jangan sampai ada stunting, kematian ibu, kematian bayi yang meningkat. "Tugas besar kita ada di situ," ujarnya.
Joko Widodo presiden terpilih saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di Sentul Bogor Foto istngopibarengid
Joko Widodo, presiden terpilih saat menyampaikan pidato Visi Indonesia, di Sentul, Bogor. (Foto: ist/ngopibareng.id)

3. Persaudaraan adalah Keindahan

Indonesia, kata Joko Widodo, ingin bersama dalam keberagaman sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Dia menuturkan, pentingnya kerukunan dalam kehidupan bernegara.

"Bersaudara itu indah, bersatu itu indah. Saya yakin, kita semua berkomitmen meletakan demokrasi yang keberadaban dan menjunjung tinggi kepribadian Indonesia untuk membawa Indonesia maju," ujar Jokowi.

4. Prioritas Pembangunan SDM

Presiden terpilih menyebut pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritasnya di periode kedua pemerintahannya kelak. Untuk itu, Jokowi menjanjikan akan membangun lembaga manajemen talenta Indonesia. Jokowi mengatakan, kualitas pendidikan akan terus ditingkatkan dalam rangka pembangunan SDM.

"Kita bangun lembaga manajemen talenta Indonesia," kata Jokowi.

Melalui lembaga tersebut, Jokowi mengatakan, pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

5. Dukung Diaspora Bertalenta Tinggi

"Diaspoda yang bertalenta tinggi harus kita beri dukungan," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, pemerintah akan menyiapkan talenta-talenta hebat yang bisa membawa Indonesia bersaing secara global. Dalam kesempatan itu, Jokowi menuturkan, pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan.

"Dan titik dimulainya SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, sejak hamil, termasuk kesehatan bayi, balita, kesehatan anak-anak di sekolah," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, untuk mencetak manusia yang unggul ke depan, Pemerintah akan menjaga betul kesehatan anak-anak sekolah. Pemerintah juga harus menjami jangan sampai ada stunting, kematian ibu, kematian bayi yang meningkat. "Tugas besar kita ada di situ," ujarnya.

6. Ciptakan Inovasi

Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan, seluruh pihak saat ini harus menyadari bahwa bahwa bangsa Indonesia hidup di lingkungan global yang sangat dinamis. Saat ini masuk pada fenomena global yang penuh perubahan, kecepatan dan risiko serta kompleksitas.

"Penuh kejutan-kejutan yang sering jauh dari kalkulasi dan hitungan kita," kata Jokowi.

Untuk itu, kata Jokowi, bangsa Indonesia harus mencari model, cara, dan nilai baru untuk solusi menghadapi masalah yang dihadapi. Jokowi menuturkan, bangsa Indonesia harus meninggalkan cara lama dan harus mau menciptakan inovasi.

"Kita harus meninggalkan pola lama, baik dalam mengelola lembaga, organisasi maupun pemerintahan," ujar dia.

"Yang sudah tidak efektif kita buat menjadi efektif. Yang tidak efisien kita buat jadi efisien, Manajemen yang seperti ini lah yang kita perlukan sekarang ini," kata Jokowi.

7. Lebih Produktif Tingkatkan Daya Saing

"Kita harus menuju sebagai negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi," ujar Joko Widodo.

Oleh sebab itu, dalam pemerintahannya kelak, Jokowi menyiapkan tahapan-tahapan besar. Salah satunya pembangunan infrastruktur yang terus berlanjut.

Kehadiran Tokoh

Dalam pantauan media, termasuk ngopibareng.id, Jokowi tiba di panggung utama didampingi Wakil Presiden RI Terpilih KH Ma'ruf Amin pada pukul 20.05. Baik Jokowi maupun Ma’ruf didampingi istri masing-masing.

Di panggung utama ada deretan tempat duduk untuk tokoh-tokoh penting. Di antaranya adalah para ketua umum partai politik.

Adapun di depan panggung ada ribuan pendukung Jokowi - Ma’ruf. Hanya saja, kursi di barisang belakang tam sepenuhnya terisi.

Selain itu, di sisi kiri dan kanan panggung juga tampak banyak kursi kosong. Barisan kedua dari sisi kanan maupun kiri panggung pun terlihat hanya setengah bagian yang terisi.

Hal itu berbeda dibandingkan saat acara Konvensi Rakyat pada 24 Februari 2019 di lokasi yang sama. Saat itu Jokowi juga hadir dan berpidato.

Seluruh kursi SICC saat Konvensi Rakyat terisi. Kala itu setiap lorong dan pintu masuk arena juga dipadati pendukung Jokowi - Ma’ruf.

Meski demikian sorak-sorai dan yel yang meneriakkan nama Jokowi terus menggema. Presiden Ketujuh RI itu baru memulai pidatonya setelah yel-yel yang menyebut namanya mereda.

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini