6 Fakta Djoko Santoso, Ketua BPN dalam Gerakan Kedaulatan Rakyat

19 May 2019 16:00 Nasional

Istilah People Power yang sempat digaungkan Amien Rais terkait klaim kecurangan di Pemilu 2019. Belakangan, ia mengubah istilah tersebut menjadi 'Gerakan Kedaulatan Rakyat'.

Untuk membela Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hingga titik akhir, beredar 47 nama purnawirawan jenderal TNI di grup WhatsApp. Nama mantan Panglima TNI Djoko Santoso ada di urutan pertama. Ia sendiri memang menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Nama Djoko Santoso sempat menjadi perbincangan akibat pernyataan heboh tentang kemungkinan mundurnya Prabowo dari gelanggang Pilpres 2019. Namun omongan tersebut tak terbukti. Kini, para pendukung Prabowo-Sandi tengah mempersiapkan 'Gerakan Kedaulatan Rakyat'.

Agenda ini kabarnya akan digelar selama tiga hari, dimulai tepat pada tanggal 22 Mei mendatang, saat Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasil Pemilu 2019, baik Pilpres maupun Pileg.

Berikut ini 6 fakta Djoko Santoso:

1. Akmil 1975

Djoko Santoso masuk Akademi Militer dan lulus pada 1975. Ia mengikuti Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (Sussarcabif) pada tahun 1976, Kursus Lanjutan Perwira Tempur (Suslapapur) tahun 1987, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1990, dan Lemhannas tahun 2005.

Dia juga melanjutkan S1 (sarjana Ilmu Politik) dan S2 (Manajemen Politik) di Universitas Terbuka, Jakarta.

2. Panglima TNI

Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, pada 8 September 1952 ini merupakan Panglima Tentara Nasional Indonesia pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menjabat Panglima TNI sejak 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010.

3. KSAD

Djoko Santoso pernah menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat dari 18 Februari 2005 hingga 28 Desember 2007. Karier Djoko di militer dimulai dengan menjabat sebagai Komandan Peleton 1 Kompi Senapan A Yonif 121/Macan Kumbang. Ketika menjadi perwira tinggi, ia memulai kariernya dengan menjabat Waassospol Kaster TNI (1998), Kasdam IV/Diponegoro (2000), Pangdivif 2/Kostrad (2001).

Nama Djoko berkibar setelah menjabat Panglima Kodam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003, yang meredam konflik di Maluku. Jabatan berikutnya sebagai Panglima Kodam Jaya pada Maret 2003 hingga Oktober 2003.

4. Masuk Gerindra

Djoko melanjutkan kariernya dengan bergabung di Partai Gerindra pada 2015. Dia masuk struktur Dewan Pembina.

5. Menangkan Anies-Sandi

Djoko tercatat sebagai anggota tim sukses Anies-Sandi. Dia diberi tugas khusus mengawal Anies-Sandi di Jakarta Timur. Terbukti, Djoko memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI 2017.

6. Ketua BPN Prabowo-Sandi

Djoko Santoso kini menjadi Ketua BPN. Dia bahkan ditunjuk langsung oleh Prabowo. (yas)

Reporter/Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini