Sultan Qaboos bin Said al-Said. (Foto: Khaleej Times)

50 Tahun Berkuasa di Oman, Sultan Qaboos Meninggal Dunia

Internasional 11 January 2020 09:27 WIB

Orang nomor satu Oman, Sultan Qaboos bin Said al-Said, meninggal dunia pada Jumat 10 Januari 2020 malam waktu setempat.

Melansir Reuters, Sabtu 11 Januari 2020, kabar ini diberitakan Kantor Berita Pemerintah Oamn (ONA). Sultan Qaboos menghembuskan nafas terakhir pada usia 79 tahun.

Selama hampir lima dekade, Sultan Qaboos sepenuhnya mendominasi kehidupan politik Oman, yang merupakan rumah bagi 4,6 juta orang, di antaranya sekitar 43% adalah ekspatriat.

Sultan Qaboos naik tahta pada tahun 1970, setelah menggulingkan kekuasaan ayahnya dengan dukungan Inggris melalui kudeta tak berdarah.

Sultan Qaboos tidak memiliki anak dan belum secara terbuka menunjuk seorang penerus.
Menurut Statuta Dasar kesultanan, Dewan Keluarga Kerajaan yang terdiri dari sekitar 50 anggota laki-laki, harus memilih sultan baru dalam waktu tiga hari dari takhta yang kosong.

Jika keluarga tidak bisa setuju, anggota dewan pertahanan dan ketua Mahkamah Agung, Dewan Konsultasi dan Dewan Negara akan membuka amplop tertutup di mana Sultan Qaboos diam-diam mencatat pilihannya dan menobatkan orang itu.

Para pesaing terkemuka dilaporkan termasuk tiga saudara lelaki yang merupakan sepupu Qaboos yakni, Menteri Kebudayaan Haitham bin Tariq Al Said; Wakil Perdana Menteri Asaad bin Tariq Al Said; dan Shihab bin Tariq Al Said, mantan komandan Angkatan Laut Oman yang menasihati sultan.

Sultan adalah pengambil keputusan terpenting di Oman dan juga memegang posisi perdana menteri, komandan tertinggi angkatan bersenjata, menteri pertahanan, menteri keuangan dan menteri luar negeri.

Sultan Qaboos digambarkan sebagai sosok karismatik dan visioner. Ia secara luas dianggap populer, tetapi dia juga seorang raja absolut dan suara-suara yang berbeda pendapat dibungkam.

Tingkat ketidakpuasan muncul pada 2011 selama Arab Spring atau apa yang disebut Musim Semi Arab.

Tidak ada pergolakan besar di Oman. Sebab, menurut Human Rights Watch setempat, pihak berwenang terus memblokir koran dan majalah independen setempat yang mengkritik pemerintah, menyita buku, dan melecehkan aktivis.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Jul 2020 02:28 WIB

Belajar Dulu Baca Al-Quran kepada Ahlinya, Sebelum Jadi Ustadz

Islam Sehari-hari

(Sebuah Catatan untuk Felix Siauw)

05 Jul 2020 01:59 WIB

Mina Vs Jimin AOA, Korban Bully Selama 10 Tahun

ngopiK-pop

Mina mengaku jadi korban bully rekannya, Jimin di girl group AOA.

05 Jul 2020 01:40 WIB

Pacar Putra Sulung Donald Trump Positif Covid-19

Internasional

Kimberly Guilfoyle, pacar putra sulung Donald Trump, terinfeksi Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...