Direktur RS Unair Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM  saat ditemui di upacara pelepasan tenaga kesehatan atau nakes. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)
Direktur RS Unair Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM saat ditemui di upacara pelepasan tenaga kesehatan atau nakes. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

50 Nakes RS Unair Terpapar Covid-19 Sejak Maret 2020

Ngopibareng.id Kesehatan 24 July 2020 14:16 WIB

Tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) gugur satu orang. Dia adalah Nova Eka Twenty Putri, S.Kep., NS. Wanita 28 tahun ini merupakan nakes pertama di RS Unair yang meninggal karena virus corona atau Covid-19. Sebelumnya, beberapa tenaga kesehatan RS Unair memang sempat terpapar Covid-19. Namun, dengan treatment yang diberikan, mereka berhasil sembuh dan tes swabnya negatif.

Direktur RS Unair Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM mengatakan, sejak awal RS Unair menjadi rumah sakit rujukan sudah ada sebanyak 50 nakes yang terpapar Covid-19.

"Nakes yang kena mendekati 50-an, tapi semuanya tanpa gejala dan terpapar virusnya belum tentu di rumah sakit," ujar pria yang akrab disapa Prof Nasron ini.

Dia menjelaskan, jumlah 50 ini adalah total komulatif sejak Maret 2020 lalu. Kini hanya tersisa 7 nakes yang terpapar Covid-19, dan sedang melakukan isolasi mandiri.

"Yang dirawat sekitar tujuh yang isolasi di Domitori (lantai tujuh RSKI). Jumlah nakes sebanyak 50 itu total sejak Maret lalu," ujarnya.

Nakes yang terpapar di RS Unair kebanyakan perawat. Namun ada pula dokter yang terkonfirmasi Covid-19. Menurut Nasron, perawat memang lebih sering berinteraksi dengan pasien.

"Kalau untuk yang meninggal hanya satu, perawat Nova yang telah kami lepas jenazahnya. Semoga ini yang pertama dan terakhir," ucapnya.

Untuk mengoptimalkan penularan Covid-19 pada nakes, sejak dua bulan yang lalu, RS Unair sudah memisahkan gedung hingga IGD. Sebelum ke IGD, pasien terlebih dulu ke ruang pre-screening untuk mengetahui apakah si pasien terpapar corona atau tidak. Jika hasilnya positif, maka pasien akan langsung dibawa ke RSKI.

Selanjutnya, pasien dibawa ke pre-IGD untuk mendapat perawatan. Terakhir baru pre-poli klinik untuk berkonsultasi dengan dokter.

"Alur sudah diatur biar tidak berpapasan. Saya sudah mengupayakan APD (alat pelindung diri) lengkap, lingkungan RS sudah dipilah-pilah, semua ruangan ada negatif presure dan ada hipafilter dua atas sama bawah untuk menyedot dan membunuh virus," jelas Nasron.

Bahkan, untuk mengantisipasi penularan di rumah, RS Unair menscreening nakes sebelum pulang. Nakes terlebih dulu ke tiga hotel yang disiapkan oleh pemerintah untuk istirahat dan bersih-bersih, setelah itu bisa kembali pulang ke rumah, kos, atau kontrakan.

"Kalau pulang tidak dianjurkan langsung ketemu keluarga supaya aman dulu. Jadi target kita itu zero kematian, zero transisi, dan zero nulari ke rumah," pungkas Nasron.

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Feb 2021 15:31 WIB

Presiden Jokowi Lantik Tiga Pasang Gubernur dan Wakil Gubernur

Nasional

Dilantik, kini Sumbar, Kepri dan Bengkulu miliki gubernur definitif.

25 Feb 2021 15:12 WIB

Perawat RS Haji Diduga Pelecehan, Belum Ada Bukti cuma Keterangan

Surabaya

Polrestabes Surabaya belum menerima bukti dari pelapor pelecehan.

25 Feb 2021 15:00 WIB

Giroud Akan Kesal Pada Mason Mount Jika Gagal Cetak Gol

Liga Champions

Karena Mount berusaha mengambil bola yang seharusnya datang ke Giroud.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...