Hindari Perilaku Bullying, Ini Lima Program SMP SAIM Surabaya

05 Nov 2019 17:38 Pendidikan

SMP Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) mengembangkan kepada siswanya untuk menekankan sikap humanis dan menghindari perilaku bullying yang berkembang akhir-akhir ini.

Di antaranya, dengan mengembangkan sikap saling menghargai dan menghormati orang lain merupakan kunci dari perdamaian. Menanamkan sikap perdamaian seperti ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin pada anak.

Hal itu menjadi bagian penting sebagai pijakan sekolah di Surabaya itu, dalam penerapan tema 'Establishing Peace Culture Is The Work of Education', bagi siswa-siswinya.

Setianingsih, koordinator program Building school and building peace in school and communities di SMP SAIM mengatakan, ada lima program yang dijalankan untuk peace education (pendidikan perdamaian) ini.

"Lima program itu antara lain program pendidikan inklusi, pertukaran pelajar, konseling sebaya, home stay, dan kebiasaan 5S," ungkap Dwi Setianingsih, Selasa, 5 November 2019.

Dwi mengungkapkan, kelima program ini mempunyai porsi masing-masing untuk memberikan peace education kepada siswa.

Dwi mencotohkan, pendidikan inklusi. Pada setiap kelas ada 2 anak inklusi, pihak SAIM menjadikan anak inklusi dan normal menjadi satu agar dapat berinteraksi secara langsung.

"Hal ini akan menjadikan mereka peduli. Terutama untuk anak yang normal, mereka akan lebih menghargai teman-temanya yang inklusi," ujarnya kepada Ngopibareng.id.

Siswa SMP SAIM Surabaya saat mengikuti kegiatan pertukaran pelajar di Korea Foto istimewa
Siswa SMP SAIM Surabaya saat mengikuti kegiatan pertukaran pelajar di Korea. (Foto: istimewa)

Selain program pendidikan inklusi misalnya, kata Dwi, program pendidikan home stay juga salah satu penunjang pendidikan perdamaian. Dalam program ini anak-anak akan menjadi anak asuh. Sementara warga-warga di daerah, tidak hanya diasuh. Mereka juga akan belajar bagaimana pekerjaan, keseharian dan budaya dari orangtua asuhnya.

"Selain kebudayaan lokal mereka juga diajarakan menghargai budaya internasional dengan program pertukaran pelajar. Di sini mereka akan pergi ke salah satu negara mitra sekolah. Seperti Korea untuk belajar budaya Korea dan mengenalkan budaya Indonesia," terangnya.

Untuk keseharian guna memupuk pendidikan perdamain. Dwi mengungkapkan, penerapkan budaya 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun baik kepada teman, guru maupun orang lain.

Tambahnya, pendidikan perdamain sangat penting diajarkan kepada anak agar mereka lebih peduli kepada sesama, menghargai perbedaan, serta respect.

"Bila sikap-sikap ini sudah dimiliki anak, tentunya perilaku bullying yang marak saat ini bisa dihindari oleh anak-anak dan tidak menjadi budaya bagi anak-anaka sendiri," kata Dwi.

Diketahui, dengan penerapkan lima program untuk pendidikan perdamaian ini. SMP Saim mendapatkan 'Special Prize Winner', for the Best Programme Carried Out in Schools of Less than 250 Students” in title of school’s program dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) and the Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT), Japan in cooperation with UNESCO Asia Pacific Regional Bureau for Education.

Penulis : Pita Sari
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini