Wakil Wali Kota Probolinggo, HMS Subri (baju hitam dan berpeci) saat ikut membongkar ‘jamban helikopter’ di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, beberapa waktu lalu. (Foto: Ikhsan/ngopibareng.id)

5 Persen Warga Kota Probolinggo ‘BAB’ Sembarangan

Jawa Timur 27 November 2019 21:15 WIB

Masih ada sekitar 5 persen warga Kota Probolinggo yang buang air besar (BAB) sembarangan alias di luar jamban. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menargetkan, pada 2020 mendatang sudah tidak ada lagi warga yang BAB sembarangan.

“Angka open defecation free (ODF) atau bebas dari BAB sembarang di Kota Probolinggo belum 100% baru sekitar 95%,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Probolinggo, dr Nurul Hasanah Hidayati, saat penganugerahan lomba toilet bersih di Bale Hinggil, Kota Probolinggo, Rabu, 27 November 2019.

Data tersebut sekaligus menunjukkan sekitar 5% rumah tangga di Kota Probolinggo belum menggunakan jamban untuk BAB. “Masih ada sebagian warga yang BAB di sungai hingga di pekarangan,” ujarnya.

Sebenarnya tidak setiap rumah tangga harus memiliki jamban atau WC (water closed) sendiri. “Mereka yang tidak punya jamban bisa memanfaatkan WC komunal atau jamban milik kerabatnya,” kata dr Ida, panggilan akrab dr Nurul Hasanah Hidayati.

Karena masih ada 5% warga BAB sembarangan, Kota Probolinggo pun gagal meraih predikat Kota Sehat pada 2019 ini. “Mudah-mudahan, 2020 Kota Probolinggo bisa meraih Kota Sehat,” ujarnya.

Karena itu, lomba toilet bersih yang diikuti 76 peserta dari kalangan organisasi perangkat daerah (OPD), lab kesehatan, dan BUMD diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat.

“Bagaimana pun keberadaan toilet terkait erat dengan lingkungan, juga berpengaruh terhadap penyebaran penyakit jika tidak bersih,” kata Plt Kepala Dinkes, Hery Kiswanto.

Dikatakan toilet yang tidak bersih memicu munculnya beragam penyakit seperti, diare, disentri, DB hingga TBC. “Pembuatan toilet pun ada standarnya, harus ada septick tank, tidak boleh ada WC langsung nyambung ke sungai,” tuturnya.

Kembali ke soal BAB sembarangan, jika jumlah penduduk Kota Probolinggo pada 2017 sebanyak 235.440 jiwa, maka sebanyak 16.481 jiwa belum menggunakan jamban.

Berdasar data USAID IUWASH Plus, di Kota Probolinggo ada beberapa kelurahan yang perlu ditingkatkan akses jambannya. Yaitu, Kelurahan Jrebeng Lor, Kedunggaleng, Kanigaran, dan Kebonsari Kulon.

Wajah buruk sanitasi di Kota Probolinggo juga bertebaran di sepanjang Kali Banger yang memberlah kota tersebut. Di kawasan padat penduduk, Kali Banger dihiasi 'jamban helikopter' atau jamban di atas sungai.

Dangkal dan keruhnya air Kali Banger pun semakin parah dengan keberadaan jamban di atasnya. Belum lagi banyak ditemukan sampah plastik, pembalut, dan popok bayi di badan sungai.

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...