5 Kontroversi Amien Rais Selama Pilpres 2019

22 Apr 2019 08:43 Politik

Kritik-kritik tajam Amien Rais selalu mendapat perhatian. Dulu, kritiknya selalu mendapat apresiasi masyarakat. Pasalnya, ia dikenal sebagai bapak reformasi. Dia dinilai sebagai salah satu sosok yang berhasil menggulingkan Soeharto setelah 32 tahun berkuasa menjadi presiden.

Namun sekarang ini, kritik dari ayah Hanum Rais ini malah menjadi perdebatan. Ada yang pro dan kontra. Berikut ini 5 kontroversi Amien Rais selama Pilpres 2019:

1. People Power

Amien Rais menyatakan akan menggalang people power daripada mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), jika ada kecurangan penyelenggaraan Pemilu 2019. Pernaytaan
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini disampaikan saat Apel Siaga 313 di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, pada 31 Maret 2019.

Aksi kala itu diikuti beberapa organiasi seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam (FUI). Amien Rais sendiri menjabat Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Seruan people power oleh Amien Rais ini memantik protes dari beberapa pihak, karena dinilai telah melenceng dari konstitusi Indonesia. Mahkamah Konstitusi selaku lembaga yang disinggung Amien Rais terang-terangan mengecam.

"Publik semua tahu, Pak Amin Rais merupakan pelaku sejarah, bahkan memimpin MPR tatkala melakukan perubahan UUD 1945, termasuk turut menggagas dan mengesahkan pembentukan MK dengan segenap kewenangannya, yang salah satunya kewenangan memutus sengketa hasil pemilu. Ini yang membuat kita sulit mengerti logika berpikirnya dan tentu saja menyesalkan pernyataan tersebut," ujar juru bicara MK, Fajar Laksono.

Seruan Amien Rais soal people power disampaikan dalam Apel Siaga 313
Seruan Amien Rais soal 'people power' disampaikan dalam Apel Siaga 313.

2. Pipres adalah Perang Baratayuda dan Armageddon

Amien Rais menyebut hari pencoblosan Pilpres 2019, pada 17 pril lalu, sebagai pertarungan Baratayuda dan armageddon. Sayang, Amien Rais tak menyebut apa itu Baratayuda dan armageddon yang dimaksud.

Pernyataan itu disampaikan Amien Rais saat memberikan wejangan kepada sejumlah peserta Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke XVII di Yogyakarta, pada 28 November 2018.

Pertemuan digelar di lantai 8 Cavinton Hotel Yogyakarta dihadiri oleh Amien yang merupakan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, lalu Dahnil Anzar Simanjuntak, dan salah satu caketum Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani.

Dikutip dari Wikipedia, Armageddon dimaknai sebagai sebuah film fiksi ilmiah tentang akhir zaman atau kiamat. Film ini pernah meraih nominasi Academy Awards sebagai Film Bencana Terbaik pada 1998. Film ini disutradarai Michael Bay dan diproduseri Jerry Bruckheimer. Sederet bintang top jadi pemain utama film ini, seperti Bruce Willis, Ben Affleck, Liv Tyler, dan Billy Bob Thornton.

Sedangkan perang Baratayuda dalam pewayangan merupakan perang besar di Kurushetra, antara keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa yang masih mempunyai ikatan saudara.

3. Rezim pembangkit PKI

Amien Rais juga sempat menuding bahwa rezim pemerintahan di bawah Jokowi, memberikan kesempatan atau celah untuk bangkitnya kejayaan dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dalam sebuah diskusi di Bandung, Amien menyindir bahwa pemerintah saat ini rentan disusupi oleh antek-antek PKI. Dia menuding bahwa isu kebangkitan PKI mudah masuk ke semua lini karena bebas beredar.

"Bangsa kita sangat mudah dibodohi, tapi kenapa rezim ini memberikan angin membangkitkan PKI," tutur Amien Rais.

4. Ada 'jin' dan 'genderuwo' di Hotel Borobudur

Amien Rais sempat menolak penghitungan suara dilakukan KPU di Hotel Borobudur. Alasannya, ia khawatir bakal terjadi kecurangan dilakukan oleh 'jin' dan 'genderuwo'.
Penghitungan suara Pilpres di Hotel Borobudur sudah dua kali dilakukan.

Pertama pada pemilu 2004. Saat itu pemenangnya adalah pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Dan kedua kalinya pada pemilu 2009, pemenangnya pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Sedangkan pada pemilu 2014 penghitungan suara dilakukan di Kantor KPU. Pemenang Pilpres 2014 adalah pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Pernyataan Amien ini langsung jadi heboh. Pihak Hotel Borobudur dan KPU langsung angkat suara. Manajemen Hotel Borobudur membantah pernyataan Amien Rais. Menurut pihak hotel, pernyataan itu tidak berdasar dan tidak dapat dibuktikan.

"Menanggapi sejumlah pemberitaan yang beredar melalui beberapa media online mengenai pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN yang juga anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais, bahwa di Hotel Borobudur Jakarta terdapat banyak jin, genderuwo, dan hacker, kami menolak dengan tegas pernyataan yang tidak berdasar dan tidak dapat dibuktikan tersebut," kata Marketing Communications Manager Hotel Borobudur, Rizki Permata Sari.

5. Partai Setan dan Partai Allah

Amien Rais juga melontarkan pernyataan yang menimbulkan tanda tanya di kepala masyarakat. Dia menyebut partai politik di Indonesia dibagi dua, yakni partai setan dan partai Allah.

Pernyataan Amien itu sontak geger di masyarakat. Apalagi, dalam tausyiah Salat Subuh, Amien menyatakan partai Allah itu hanya PAN, PKS dan Gerindra. Yang menjadi pertanyaan, siapa yang dimaksud partai setan tersebut.

"Orang-orang yang anti-Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan," papar Amien, pada 13 April lalu. (yas)

Reporter/Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini