5 Fakta Salah 'Entry' Data Penghituangan Suara Pemilu 2019

Nasional 23 April 2019 09:51 WIB

Masyarakat tengah ramai memperbincangkan mengenai data yang masuk dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya, banyak yang menemukan adanya perbedaan hasil rekapan manual dengan data di sistem milik KPU.

Berikut ini 5 fakta salah 'entry' data penghitungan suara Pemilu 2019:

1. Bukan serangan hacker

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, tidak ada sangkut pautnya kesalahan memasukkan data ini dengan serangan siber, peretasan atau hacker. Ini merupakan kesalahan manusia atau human error.

"Kesalahan langsung dikoreksi. KPU sangat mengapresiasi pemantauan hasil penghitungan dan rekapitulasi surat suara pemilu," ujar Ubaid.

2. KPU dilaporkan ke Bawaslu

Badan Pemenangan Provinsi (BPP) DKI Jakarta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah melaporkan KPU Jakarta Timur ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta.
Tak hanya KPU, petugas yang diduga melakukan kesalahan input form C1 ke Situng milik KPU juga ikut dilaporkan.

Laporan bernomor 017/LP/PP/Prov/12.00/IV/2019 ini diterima Sentra Gakumdu Bawaslu DKI Jakarta.

3. Salah input di 9 TPS

KPU memastikan kesalahan input data dari formulir C1 ke situs Situng terjadi di sembilan TPS saja. "Hingga Minggu, 21 April 2019, belum kembali ditemukan TPS yang melakukan kesalahan input data," ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

4. Salah input di Depok, Jawa Barat

Salah satu akun di media sosial Twitter mengunggah adanya kesalahan input data jumlah suara pasangan capres dan cawapres di TPS 30, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Dalam Twitter tersebut, menyampaikan bahwa suara capres-cawapres 01 mendapat 63 suara, sedangkan nomor urut 02 mendapatkan 148 suara. Namun di Situng tertulis pasangan 01 mendapat 211 suara dan pasangan 02 hanya memperoleh 3 suara.
Ketua KPU Depok, Nana Sobarna mengatakan, kesalahan input formulir C1 ke situs Situng milik KPU adalah kesalahan petugas. "Sudah langsung dilakukan pengecekan dokumen C1 dengan data Situng," jelasnya.

5. Masyarakat dapat lapor

Ketua KPU Arief Budiman membolehkan masyarakat melaporkan jika menemukan kesalahan input data rekapitulasi hasil perhitungan suara C1 ke Situng. "KPU terbuka terhadap segala bentuk koreksi yang dilakukan masyarakat," ujarnya. (yas)

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Aug 2020 14:38 WIB

Karena Pandemi, untuk Pilkada Jatim Tambah 7.000 TPS

Politik

KPU Jatim prediksijumlah TPS untuk Pilkada Serentak 48.464 unit.

07 Aug 2020 11:32 WIB

Jokowi Cabut Keppres Pemberhentian Anggota KPU Evi Novida

Hukum

Evi Novida telah menenangkan gugatan di PTUN.

06 Aug 2020 22:50 WIB

21 Orang Positif dari Klaster KPU RI

Nasional

Pegawai KPU RI work from home.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...