FS, korban tewas yang jasadnya ditemukan di sekitar bumi perkemahan Mayang Mangurai persisnya di tepi kolam penangkaran buaya di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Rabu petang, 21 Oktober 2020. (Foto: Istimewa)

5 Fakta Kematian Wanita Cantik Dibuang ke Kandang Buaya

27 Oct 2020 14:15

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Jasad seorang wanita cantik ditemukan petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kepolisian di sekitar bumi perkemahan Mayang Mangurai persisnya di tepi kolam penangkaran buaya di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Rabu petang, 21 Oktober 2020.

Kondisi mayat wanita itu cukup mengenaskan dengan tangan diikat dan mulut dilakban. Mayat wanita ditemukan tanpa identitas itu mengenakan baju bermotif batik berwarna merah biru. Warga menduga sejak awal bahwa wanita nahas itu adalah korban pembunuhan.

Polisi kemudian berhasil mengetahui identitas korban. Wanita berinisial FS itu diketahui tinggal di Berau dan bekerja di sebuah kafe. Korban sempat pamit kepada suaminya untuk bekerja sebelum akhirnya ditemukan tewas di tepi kolam penangkaran buaya.

Berikut ini 5 fakta kematian wanita cantik yang jasadnya dibuang ke kandang buaya:

Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kepolisian tengah mengevakuasi jenazah korban FS. (Foto: Istimewa)

1. Korban merantau bersama suami

Hardian, paman FS, menjelaskan, keponakan dan suaminya merupakan perantau dari Pulau Jawa. Pergi ke Kalimantan untuk mengadu nasib mencari pekerjaan.

“Suaminya kerja di tambang batu bara, sedangkan keponakan saya bekerja di kafe di daerah Berau,” ucapnya.

2. Punya anak usia 9 bulan

FS memiliki anak yang masih berusia 9 bulan dan masih dalam asuhan FS. “Anaknya masih 9 bulan, dan saya tahu karena berada bersama FS dan suaminya di Berau,” ungkap Hardian.

3. Minta foto korban dihapus

Hardian meminta kepada para pengguna sosial media untuk tidak menyebarkan foto-foto korban saat ditemukan tewas. “Tolong foto keponakan saya di hapus, jangan disebar, kasihan suami dan keluarga kami,” pinta dia.

4. Pelaku dihukum berat

Herdian juga meminta kepada aparat kepolisian, kasus kematian keponakannya ini agar segera dituntaskan. Serta pelakunya dapat dihukum seberat-beratnya. “Saya berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus ini, dan pelaku pembunuhan di hukum seberat-beratnya,” imbuhnya.

5. Seorang pria ditangkap terkait tewasnya FS

Kapolres Berau, AKB Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan bahwa seorang pria telah diamankan. Namun ia belum bisa mengungkap apa peran pria tersebut terkait kematian FS.

"(Pelaku dan korban) saling kenal. Saya belum bisa mengatakan (peran pria yang ditangkap). Kalau pembunuhan, iya korban memang tewas dibunuh," ungkapnya, Selasa 27 Oktober 2020.

Pria tersebut ditangkap di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Minggu 25 Oktober 2020. "Kita masih periksa dulu karena lokasi penangkapan jauh, penerbangan juga susah, butuh satu sampai dua hari untuk bisa sampai ke lokasi," terang Edy Setyanto.