5 Fakta Kasino di Apartemen Robinson

09 Oct 2019 17:56 Nasional

Apartemen Robinson di Penjaringan, Jakarta Utara menjadi sasaran penggerebekan pihak kepolisian Polda Metro Jaya. Dua lantai di apartemen tersebut menjadi lokasi perjudian kelompok yang dikenal dengan nama RPB29.

Meski disebut baru beroperasi selama tiga hari, sebelum akhirnya digerebek polisi. Namun, perputaran uang di kasino itu mencapai miliaran rupiah per hari. Wow!

Berikut fakta-fakta penggerebekan di Apartemen Robinson:

1. Sewa Dua Lantai untuk Perjudian

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kelompok judi RBS29 menyewa dua lantai di apartemen tersebut, yakni lantai 29 dan lantai 30.

Para pemain dapat menuju lokasi judi di lantai 29 maupun lantai 30 dengan mengakses lift dari lantai dasar. Akses menuju lantai 29 dan lantai 30 cukup mudah karena tidak melalui prosedur pengamanan yang ketat.

Adapun, arena perjudian itu baru beroperasi tiga hari sebelum akhirnya digerebek polisi pada Minggu, 6 Oktober 2019.

Argo menyebut, ada empat jenis permainan judi yang biasa dimainkan di lantai 29, yakni baccarat, paikiu, roullette, dan tashio.

"Ada empat perjudian yang ada di ruangan ini, di lantai 29, yakni baccarat, paikiu, roullette, dan tashio. (Perjudian) itu sudah tertata dan terprogram dengan rapi, sudah berlangsung selama tiga hari, lalu kami tangkap," kata Argo.

2. Ada 21 Meja Judi dan Ruang VIP

Ruangan judi di lantai 29 tampak seperti aula sehingga mampu memuat 21 meja judi. Meja judi tersebut didominasi warna hijau.

Sementara itu, Argo menyebut, ukuran ruangan judi di lantai 30 lebih kecil dibandingkan ruangan di lantai 29. Ruangan judi di lantai 30 itu merupakan area VIP perjudian yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu dengan nilai taruhan tinggi.

"Ada juga permainan (judi) bacarrat di lantai atas (lantai 30) yaitu permainan khusus untuk orang-orang tertentu. Jadi, ditentukanlah orang yang bisa main di sana (lantai 30).

Ruangannya pun berbeda, hanya sepertiganya (dari ruangan lantai 29) karena ada ruangan untuk kamar mandi dan tempat karyawan," ujar Argo.

Nantinya, lanjut Argo, polisi akan memanggil pengelola apartemen guna menyelidiki prosedur pengamanan di apartemen tersebut.

3. Omset per hari mencapai Rp700 juta

Walaupun baru beroperasi tiga hari, kelompok judi RBS29 mampu meraup keuntungan sebanyak Rp700 juta dalam sehari. Karyawan yang bekerja di lokasi perjudian juga mendapat upah seharga Rp 150.000-Rp 250.000 per hari.

"Setiap harinya. keuntungannya sekitar Rp 700 juta. Kita masih akan lakukan pemeriksaan mendalam terkait ini," ujar Argo.

Saat ini, polisi telah menetapkan 91 tersangka terkait kasus perjudian tersebut. Sebanyak 42 tersangka berperan sebagai penyelenggara kegiatan perjudian dan 49 tersangka lainnya merupakan pemain.

Adapun, tujuh orang lainnya, yakni YS, SN, FD, AY, HN, MR, dan HS. Salah satu tersangka yang berstatus buron adalah bandar judi dari kelompok tersebut.

"Mereka (7 orang DPO) tidak ditemukan di sini (Apartemen Robinson). Mereka penanggungjawab operasional dan penyandang dana," ungkap Argo.

4. Pemain Judi Tewas

Seorang penjudi tewas setelah nekat melompat dari lantai 29 apartemen. Penjudi itu nekat melompat karena panik ketika mengetahui polisi menggerebek kasino yang beroperasi di lantai tersebut.

"Memang ada satu orang, mungkin dia ketakutan atau apa ya, dia lari dari pintu belakang kemudian lompat jatuh ke bawah," kata Argo.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti saat menggerebek kelompok judi tersebut di antaranya uang tunai senilai Rp 200 juta, mesin penghitung uang, mesin gesek ATM, kalkulator, nota, buku rekening, dan ratusan telepon genggam.

Para tersangka dijerat Pasal 303 dan atau 303 bis KUHP tentang Tindak Pidana Perjudian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

5. Pengunjung Kocar-Kacir

Saat penggerebekan, tampak dari rekaman kamera pengintai (CCTV), dikutip dari iNEWS, para pengunjung baik pria maupun wanita dari usia muda hingga manula tampak berhamburan keluar ruangan. Mereka terkejut dengan kedatangan para polisi.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini